Seorang Yang Terbaik & Tercedas Di Dunia

Posted By : Posted on - 03.06 with No comments
Seorang dokter, pengacara, seorang bapak tua dan seorang anak kecil sedang menunggu pesawat untuk melakukan perjalanan menuju ke tujuan kota yang sama. Pesawat yang ingin mereka tumpangi ternyata mengalami masalah operasional akhirnya penerbangan malam itu mengalami delay. Karena suatu hal penting ke 4 penumpang ini memutuskan untuk menyewa pesawat kecil untuk melakukan perjalanan mereka.


Belum 1 jam perjalanan pilot mengatakan ada masalah teknis yang mengharuskan mereka untuk melompat dari pesawat menggunakan parasut atau pesawat mereka akan menukik tajam jatuh ke laut, setelah beberapa saat pilot mencoba mengendalikan masalah teknis tersebut namun tidak bisa teratasi. Akhirnya, pilot meraih parasut dan berteriak kepada penumpang bahwa mereka lebih baik melompat, dan ia sendiri melompat duluan menggunakan parasut.

Sayangnya, hanya ada tiga parasut yang tersisa dikabin pesawat. Dokter meraih salah satu parasut dan berkata "Saya seorang dokter, saya menyelamatkan nyawa, jadi saya seorang yang terbaik karena menyelamatkan banyak nyawa dan saya harus hidup," dan tidak lama kemudian dokter itu melompat keluar. Pengacara kemudian berkata, "Saya pengacara dan pengacara adalah orang-orang terpandai di dunia. Aku berhak hidup." Dia juga meraih parasut dan melompat keluar dari pesawat.

Bapak tua memandang anak kecil dan berkata, "Anakku, aku sudah menjalani kehidupan yang sangat panjang dan dipenuhi dengan warna warni kehidupan. Kamu masih sangat muda dan memiliki banyak tujuan hidup di masa depanmu. Ambil parasut ini dan melompatlah semoga hidupmu kelak menjadi orang yang baik sekaligus pandai. " Anak kecil menyerahkan parasut kembali kepada bapak tua dan berkata, "Tidak perlu khawatir pak. Orang terbaik & terpandai di dunia hanya mereka yang mampu berpikir jernih disaat terjepit dan mereka yang mau melepas ego mereka untuk manfaat banyak orang."

"Pekerjaan Anda tidak selalu mendefinisikan siapa diri Anda, tetapi mereka yang terbaik dan terpandai adalah orang orang mendedikasikan ilmunya dan memberi manfaat bagi banyak orang."

Kisah Keyakinan Seekor Gajah

Posted By : Posted on - 02.55 with No comments
Seorang turis sedang berjalan menikmati suasana kebun binatang. Ketika sedang berjalan tiba tiba dia berhenti, melihat kawanan gajah. Ia berhenti bukan karena takjub dengan ukuran gajah yang begitu besar namun ia bingung oleh fakta bahwa hewan darat terbesar didunia itu sedang dipegang oleh seorang pawang hanya menggunakan tali kecil yang terikat kaki depan mereka. Tidak ada rantai, tidak ada kandang.

Hal itu menjelaskan bahwa gajah bisa pergi kapan saja bisa melepaskan diri dari ikatan mereka tetapi tidak mereka lakukan, hal inilah yang membuat turis ini bingung, kekuatan gajah yang begitu besar tentu saja dapat dengan mudah memutuskan tali kekang dikaki mereka hanya sekali tarik, namun kenapa hal ini tidak gajah lakukan.


Karena keheranannya dia memutuskan untuk menemui seorang pelatih gajah atau pawang yang berada tidak jauh dari tempatnya berada dan bertanya mengapa hewan-hewan ini hanya berdiri di sana dan tidak berusaha untuk melarikan diri, padahal hal ini bisa gajah lakukan. Pawang gajah tersebut menjelaskan "ketika gajah gajah itu masih sangat muda dan jauh lebih kecil kita menggunakan ukuran tali yang sama untuk mengikat kaki depan mereka dan tentu saja pada usia itu, itu cukup untuk menahan mereka. Saat mereka tumbuh dewasa, mereka percaya bahwa mereka tidak dapat melepaskan diri. Mereka percaya tali masih bisa menahan mereka, sehingga mereka tidak pernah mencoba untuk membebaskan diri. "

Turis pria itu kagum dan berpikir bahwa hewan-hewan ini bisa setiap saat sebenarnya bisa membebaskan diri dari ikatan mereka tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak bisa, mereka terjebak tepat di mana mereka berada.

"Seperti gajah, berapa banyak dari kita menjalani hidup terpengaruhi oleh suatu keyakinan bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu, hanya karena kita gagal sekali sebelumnya? Kegagalan adalah bagian dari pembelajaran. Kita jangan pernah menyerah berjuang dalam hidup. Anda Gagal bukan karena Anda ditakdirkan untuk gagal, tapi karena ada pelajaran yang Anda butuhkan untuk belajar dan kembali melanjutkan hidup Anda."

Kisah Gadis Buta Dengan Kekasihnya

Posted By : Posted on - 01.20 with No comments
Beberapa tahun yang lalu kecelakaan hebat membuat seorang gadis menderita kebutaan. Saat menjadi buta inilah alasan yang membuat dia membenci dirinya sendiri hanya karena dia buta. Dia juga benci semua orang. Namun kebenciannya tidak untuk kekasihnya yang selalu menemaninya, merawatnya sesaat setelah pertemuannya di taman setelah ia sembuh dari kecelakaan yang merenggut penglihatannya.

Kisah Gadis Buta Dengan Kekasihnya

Suatu hari kekasih gadis tersebut membawakannya bunga dan sepasang cincin lalu berlutut dihadapannya "maukah kamu menikah denganku". Sang gadis kaget dan sambil menangis ia berkata "Aku tidak mau menjadi beban dalam hidupmu kelak jika aku jadi istrimu, walaupun aku sangat mencintaimu lebih dari apapun. Gadis itu mengatakan dia mau menikahi kekasihnya tersebut jika dia bisa melihat dunia ini lagi."

Suatu hari, kekasihnya datang dan memberikan berita bagus bahwa ada seseorang yang mau mendonorkan matanya untuk kesembuhan gadis tersebut. Seseorang yang baik hati mau menyumbangkan sepasang mata kepadanya dan kemudian dia akan bisa melihat semua hal yang indah didunia, termasuk kekasihnya yang selama ini ingin menjadi seseorang yang ingin dilihatnya pertama kali ketika penglihatannya kembali.

Operasi matanya berjalan dengan lancar dan hari ini adalah momen dimana ia akan melihat kekasihnya, perban dikepalanya dibuka dan ia melihat kekasih yang selama ini merawat dan menemanunya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia, akankah kau menikah denganku?" Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata juga mengalami kebutaan juga, dan ia pun menolak untuk menikah dengannya. Pacarnya berjalan pergi menangis, dan kemudian meninggalkan surat yang berisi: "Jaga baik baik mata ku sayang, tidak ada hal yang bisa kuberikan yang bisa membuatmu bahagia selain mata ini".

Waktu 5 Menit Yang Sangat Berharga

Posted By : Posted on - 07.10 with No comments
Seorang pria suatu hari duduk ditaman dan sedang mengobrol dengan seorang wanita yang duduk di sebelah seorang pria di bangku dekat taman bermain. "Itu anak saya di sana," kata wanita tersebut sambil menunjuk seorang anak kecil memakai sweater merah yang sedang bermain papan seluncur. "Dia anak yang tampan" kata pria itu. "Itu anak saya sedang bersepeda menggunakan gaun berwarna putih."

Waktu 5 Menit Yang Sangat Berharga

Kemudian setelah agak lama mengobrol pria itu melihat jam ditangannya dan ia memanggil putrinya. "Ayo kita pulang Melissa?" Melissa berbaju putih tersebut terlihat menjawab dan memohon, "Lima menit lagi, Ayah? Hanya lima menit lagi." Pria itu mengangguk dan Melissa melanjutkan naik sepedanya danmemutari taman. Menit berlalu dan sang ayah berdiri dan memanggil lagi putrinya. "Sudah saatnya pulang Melissa, ayo kita pulang sekarang nak?"

Sekali lagi Melissa memohon, "Lima menit lagi, ayah. Hanya lima menit lagi. " Pria itu tersenyum dan berkata," OK. " Sambil kembali duduk. Wanita disebelah pria itu berkata "Anda pasti seorang ayah yang penyabar" wanita itu bertanya.

Pria itu tersenyum dan kemudian berkata, "Kakaknya Tommy meninggal 2 tahun lalu tertabrak seorang pengemudi mabuk ketika ia sedang bersepeda di dekat sini. Dulu aku tidak pernah menghabiskan banyak waktu dengan Tommy dan sekarang aku akan memberikan apa pun untuk lima menit dengan dia. Aku sudah bersumpah untuk tidak membuat kesalahan yang sama dengan Melissa. Dia pikir dia memiliki lima menit lagi untuk naik sepedanya. Yang benar adalah, saya mendapatkan lima menit lagi untuk melihat dia lebih lama bermain.

"Hidup adalah semua tentang membuat prioritas, dan keluarga adalah satu-satunya prioritas utama, sehingga menghabiskan banyak waktu Anda dengan orang orang yang anda cintai."

Kisah Pohon Mangga Tua Dengan Anak Kecil

Posted By : Posted on - 06.43 with No comments
Sekali waktu hiduplah sebuah pohon mangga besar yang lebat daunnya dan berbuah sangat banyak. Seorang anak kecil sangat menyukai untuk berteduh dibawah pohon mangga yang rindang tersebut dan bermain-main setiap hari. Anak kecil itu suka sekali memanjat dahan pohon yang rindang dan bercabang, berayun dari satu tangkai ke tangkai lainnya, jika ia lapar tinggal memetik buah mangga yang ranum dan sesekali ia tertidur nyenyak dibawah pohon yang rimbun dan sejuk. Anak kecil itu suka bermain dengan pohon mangga begitu juga sebaliknya pohon mangga sangat senang diajak bermain anak kecil itu.

Waktu berlalu, Anak kecil tumbuh menjadi seorang remaja, dan ia tidak lagi suka bermain di sekitar pohon karena sekarang perhatianya tertuju pada mainan yang sering dimainkan anak sebayanya. Suatu hari, anak itu datang kembali ke pohon dengan tampilan sedih di wajahnya. Pohon mangga ikut merasakan kesedihan diwajah remaja tersebut, untuk menghiburnya dia berkata "Ayolah panjat dahan saya dan bermain dengan saya seperti kamu kecil dahulu,".

Kisah Pohon Mangga Tua Dengan Anak Kecil

Remaja itu menjawab "Saya tidak lagi anak-anak, saya tidak bermain-main atau memanjat pohon lagi. Yang aku inginkan hanya mainan, namun aku tidak memiliki uang untuk membelinya. Aku butuh uang untuk membelin mainan tersebut." Pohon tua dan bijak itupun berkata "Maaf, saya tidak punya uang ... tetapi jika kamu mau, kamu boleh memetik semua buah mangga saya dan menjualnya sehingga kamu akan memiliki uang untuk membeli mainan."Anak itu begitu gembira. Dia mengambil semua mangga di pohon dan pergi dengan gembira. Anak itu tidak datang kembali. Pohon mangga tua itupun kelihatan bersedih.

Suatu hari, remaja itu datang kembali dan saat ini ia tumbuh menjadi seorang pria dewasa. Pohon itu begitu gembira dan berkata "Ayolah bermain dengan saya," kata pohon mangga tua itu. "Saya tidak punya waktu lagi untuk bermain. Saya harus bekerja untuk keluarga saya dan saya membutuhkan rumah untuk berteduh. Dapatkah kamu membantu saya? Pohon mangga bijak itu berkata" Maaf, saya tidak punya rumah, tapi Anda dapat memotong semua cabang saya dan itu cukup untuk membangun sebuah rumah untuk keluargamu berteduh dari panas terik dan hujan.

Pria itu sangat bergembira dan memotong semua cabang pohon mangga yang rindang dan pergi dengan gembira untuk membuat rumah dari semua dahan yang baru saja ia potong. Pohon itu merasa senang dan bergembira bisa membantu pria itu, namun pria itu tidak datang kembali sesudahnya. Pohon manggat tua itu merasa kesepian dan sedih lagi.

Suatu hari di musim panas, pria itu kembali datang dan pohon itu kelihatan senang. "Datang dan bermain dengan saya!" Kata Pohon itu. "Saya sedih dan mulai tua. Saya ingin pergi berlayar dan pergi jauh untuk berlibur. Dapatkah Anda memberi saya perahu? " Pohon tua itu menjawab "Saya tidak bisa membelikanmu atau memberimu sebuah perahu, namun jika kamu bisa membuat perahu kamu bisa menggunakan batang saya untuk membangun sebuah perahu untuk Anda. Anda bisa berlayar jauh dan menjadi bahagia. "Orang itu memotong batang pohon untuk membuat perahu. Dia pergi berlayar dan tidak kembali untuk waktu yang lama.

Akhirnya, pria itu kembali setelah ia pergi selama bertahun-tahun. "Maaf saya tidak punya apa-apa untuk Anda. Aku sudah tidak bisa bermain dengan kamu lagi karena semua cabang saya telah habis, aku tidak bisa memberikanmu mangga lagi jika kamu lapar dan akupun tidak bisa lagi memberikan dahan dan batang lagi, yang tersisa hanya akar tua sekarat ini." Pria tua itupun menjawab "Saya tidak bisa lagi memanjat karena tubuh saya sudah renta, saya pun tidak punya gigi untuk menggigit buah mangga, Aku sudah terlalu tua untuk itu sekarang," kata pria itu.

"Saya benar-benar tidak bisa memberikan apa-apa, satu-satunya hal yang tersisa adalah akar sekarat," kata pohon dengan kesedihan. "Saya tidak perlu banyak hal sekarang, hanya sebuah tempat untuk beristirahat. Saya lelah setelah bertahun-tahun, "jawab pria itu. "Baik! akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Ayo duduk dengan saya dan istirahat. "Anak itu duduk dan pohon itu gembira dan tersenyum.

"Pohon dalam cerita mewakili orang tua kita. Ketika kita masih muda, kita suka bermain dengan mereka dan mereka akan memberikan apapun yang kita inginkan. Ketika kita tumbuh dewasa, kita meninggalkan mereka untuk bekerja dan hanya datang kembali ketika kita membutuhkan bantuan. Kita sering mementingkan keluarga kita sendiri namun sering kali melupakan jasa orang tua yang telah membesarkan kita dari kita kecil sampai kita bisa mandiri. Bahkan orang tua akan mau mengorbankan nyawa mereka untuk kita. Jangan Lupakan pengorbanan mereka. Beri mereka Cinta dan kasih sayang sebelum semua itu terlambat."

Musim Tanam Kentang Petani Tua

Posted By : Posted on - 04.24 with No comments
Seorang petani tua tinggal sendirian di Minnesota. Istrinya telah meninggal 2 tahun ini, sedang anaknya di penjara di lembaga pemasyarakatan negara bagian di Florida karena dugaan terorisme. Musim ini memasuki musim tanam kentang, dulu istrinya sangat menyukai musim ini, namun untuk menanam lahan kentang dibutuhkan tenaga dan kerja yang sangat keras. Tubuhnya yang kini memasuki usia senja tidak memungkinkan lagi untuk menanam kentang di lahan yang cukup luas tersebut.

Musim Tanam Kentang Petani Tua

Anak satu-satunya yang berbakti dan selalu membantunya, sekarang masih dalam proses hukuman di dalam penjara. Orang tua itu menulis surat kepada anaknya dan menceritakan keadaannya tersebut kurang lebih:

Anakku tersayang, mungkin musim ini kita tidak bisa lagi menanam kebun kentang sama seperti tahun tahun sebelum ibumu meninggal, padahal tradisi menanam kentang ini sangat disukai oleh ibumu. Aku merasa tidak cukup memiliki tenaga untuk dapat menanam kebun kentang kita tahun ini. Aku benci tidak bisa memenuhi keinginan ibumu karena musim kentang ini mengingatkanku kepada ibumu yang selalu bersemangat dan menyukai masa tanam kentang. Aku sudah terlalu tua untuk menggali lahan kentang yang akan kita tanam. Jika kamu berada di sini, tentu semua masalah akan terselesaikan dengan baik. Aku tahu kau akan membantu menggali tanah untuk menanam kentang, tentu saja jika kamu disini dan tidak di penjara. Ayah Tercinta.

Tak lama kemudian, petani tua ini menerima telegram yang berisi: 'Demi Tuhan, Ayah jangan menggali kebun !! Di sanalah aku mengubur semua persenjataan!! 'Pada jam 4:00 pagi berikutnya, puluhan agen FBI dan ratusan polisi lokal mendatangi kebun petani tua tersebut dan menggali seluruh kebun untuk menemukan senjata seperti yang tertulis didalam telegram. Namun mereka tidak menemukan satu pun persenjataan yang dimaksud dalam telegram.

Karena merasa kebingungan dengan telegram yang ditulis putranya, petani tua itu kembali menulis surat untuk anaknya menceritakan apa yang telah terjadi, dan bertanya apa yang harus dilakukan selanjutnya. Kali ini putranya membalas melalui surat dan balasan surat itu adalah: 'Silakan tanami lahan kentangmu Ayah! Ini hal yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk Anda, dari sini.

"Tidak masalah sekarang ini Anda berada di belahan dunia manapun, Jika Anda telah memutuskan untuk melakukan sesuatu yang mendalam dari hati Anda, Anda dapat melakukannya. Ini adalah pemikiran yang penting, tidak di mana Anda atau di mana orang tersebut."

Seikat Mawar Merah Untuk Ibu

Posted By : Posted on - 02.15 with No comments
Pada hari ibu, seorang eksekutif muda menyempatkan diri untuk berhenti di toko bunga untuk memesan beberapa ikat bunga mawar merah kesukaan ibunya yang hendak dikirim kannya melalui paket ke ibunya yang tinggal dua ratus mil jauhnya dari tempatnya bekerja. Saat ia selesai melakukan pembayaran dan menyerahkan alamat ibunya ia sempat melihat seorang gadis kecil duduk di menangis pinggir jalan.

Dia heran dan ingin tahu apa yang membuatnya menangis seperti itu di pinggir jalan yang kelihatan ramai kendaraan berlalu lalang, ia pun menanyakan perihal itu "Saya ingin membeli setangkai bunga mawar putih untuk ibu saya. Tapi uang saya tidak cukup, aku hanya memiliki tujuh puluh lima sen, sedangkan seikat mawar putih harganya dua dolar, ibu saya tentu akan bersedih. "

Seikat Mawar Merah Untuk Ibu

Pria itu tersenyum, "Aku akan membelikanmu 5 ikat bunga mawar, semoga ibumu senang. " Sesaat setelah keluar dari toko bunga tersebut pria itu menawarkan gadis cilik itu untuk mengantarkannya pulang. Dia berkata, "Ya, terima kasih! Anda dapat mengantarkan saya pulang dan saya akan mempertemukan anda pria baik kepada ibu saya.

Dia masuk mobil dan mengarahkanku masuk ke sebuah pemakaman yang baru saja digali dan ia menunjuk ke sebuah pemakaman dan sepertinya masih baru, lalu meletakkan karangan bunga tersebut diatas batu nisan, seraya berkata "Bu ada yang ingin bertemu ibu, seorang pria baik yang membelikanku 5 ikat karangan bunga".

Pria itu menangis dan bergegas kembali ke toko bunga, membatalkan pesanan paket bunga yang hendak dikirimkan ke alamat ibunya, mengambil karangan bunga dan melaju dua ratus mil ke rumah ibunya untuk mengantarkan paket bunga itu sendiri.

"Hidup ini singkat. Menghabiskan lebih  banyak waktu yang Anda bisa untuk mencintai dan peduli orang-orang yang dekat dengan Anda. Nikmati setiap momen dengan mereka sebelum terlambat. Tidak ada hal yang lebih penting dari sebuah keluarga."