Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Inspiratif. Tampilkan semua postingan

Kisah Ibu Bermata Satu

Posted By : Posted on - 15.29 with 1 comment
Ibuku hanya memiliki satu mata, dan ayahku sudah meninggal sewaktu aku masih sangat kecil. Aku membenci dunia ini, kenapa aku dilahirkan didunia dengan seorang ibu yang hanya memiliki satu mata. Ibuku bekerja tiap hari dengan membuka sebuah toko kecil di pasar loak. Dia menjual barang bekas, besi tua, kardus kardus bekas apapun barang yang sudah tidak terpakai untuk menghasilkan uang untuk kebutuhan kami berdua.

Aku ingat suatu hari ketika aku masih duduk disekolah dasar, hari itu ibuku datang begitu mendengar kakiku terkilir saat berolahraga. Aku sangat malu. Bagaimana dia bisa melakukan ini padaku? Aku melemparkan tatapan penuh kebencian dan berlari keluar. Keesokan harinya di sekolah banyak teman temanku yang mengejekku ... "Ibumu hanya memiliki satu mata ?!" dan mereka mengejek saya.

Saya pernah berharap bahwa ibu menghilang dari dunia ini jadi saya berkata kepada ibuku, "Ibu, mengapa ibu tidak memiliki mata lainnya ?! Dengan kondisi seperti ini hanya akan membuat saya menjadi bahan tertawaan. Mengapa kau tidak mati saja? "Ibuku tidak menanggapi. Saya menyesal mengatakan sejahat ini, tetapi pada saat yang sama, rasanya baik untuk berpikir bahwa aku telah mengatakan apa yang ingin aku katakan selama ini. Tapi saya tidak berpikir bahwa saya telah menyakiti perasaannya sangat buruk.

Malam itu ... aku bangun, dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku menangis di sana, ia mungkin takut tangisannya membangunkan saya, jadi ia menangis didapur. Meski begitu, aku benci ibuku yang menangis dengan satu matanya. Jadi saya berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku benci ibuku yang bermata satu dan kemiskinan yang kami alami.

Kemudian saya belajar sangat keras dan mendapatkan nilai yang sangat baik. Saya mendapatkan beasiswa dan masuk ke sebuah universitas negeri di Seoul dan saya meninggalkan ibu saya. Kemudian, saya menikah. Saya membeli rumah saya sendiri. Kemudian saya punya anak-anak, juga. Sekarang aku hidup bahagia sebagai orang yang sukses. Aku suka di sini karena itu adalah tempat yang tidak mengingatkan saya tentang ibu saya.

Kebahagiaan ini semakin besar dan besar, ketika seseorang tak terduga datang menemui saya "Apa ?! Siapa ini ?! "Itu ibuku ... Masih dengan satu matanya. Rasanya seolah-olah seluruh langit runtuh. Gadis kecilku lari, takut dengan satu mata ibuku. Dan saya bertanya, "Siapa kamu? Aku tidak tahu dan mengenal kamu !! "seolah-olah saya tidak mengenali ibu saya.

Aku berteriak padanya "Beraninya kau datang ke rumahku dan menakut-nakuti anak saya! Keluar dari sini sekarang !! "Dan untuk ini, ibu saya diam-diam menjawab," oh, aku sangat menyesal. Saya mungkin mendapatkan alamat yang salah, "dan dia pergi. Syukurlah ... dia tidak mengenali saya. Saya cukup lega. Aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan peduli, atau berpikir tentang ini selama sisa hidup saya.

Suatu hari, sebuah undangan saya terima untuk menghadiri reuni sekolah datang ke rumah saya. Aku berbohong kepada istri saya mengatakan bahwa saya akan melakukan perjalanan bisnis. Setelah reuni, entah mengapa saya berpikir begitu ingin mengetahui kondisi ibu saya dan rindu dengan gubuk tua yang dulu saya tinggali bersama ibu saya. Sesampai dirumah kami dahulu seseorang tetangga mengatakan bahwa ibu saya telah meninggal beberapa hari lalu dan ia menyerahkan surat kepada saya jika suatu saat nanti aku kembali kerumah, surat itu kubuka dan kubaca perlahan.

"Anakku tersayang, saya pikir hidup saya sudah tidak akan lama lagi sekarang. Dan ... aku tidak akan mengunjungi Seoul lagi karena tubuhku sudah tidak kuat lagi untuk bepergian jauh... tapi aku selalu berharap kamu akan mengunjungi ibu sekali-sekali? tetapi sekian lama menunggu kamu tidak datang tetapi ibu maklum mungkin kamu terlalu sibuk dengan keluargamu. Aku sangat merindukanmu. Dan saya sangat senang ketika mendengar kamu datang untuk reuni. Tapi aku memutuskan untuk tidak pergi ke sekolah menemuimu karena takut kamu akan menjadi bahan ejekan teman-temanmu...... Ibu minta maaf jika ibu hanya memiliki satu mata, dan ibu sangat bersedih jika kamu menjadi bahan ejekan teman temanmu.

Anakku..., ketika kamu masih sangat kecil, kamu mengalami kecelakaan, dan kehilangan matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak bisa tinggal diam melihat engkau akan tumbuh besar dengan hanya satu mata ... jadi ibu memberikan 1 mata ibu untukmu ... Sehingga ibu hanya memiliki 1 mata saja. Lebih baik ibu yang menanggung malu menjadi bahan cemoohan banyak orang daripada kamu anakku. Aku tidak pernah marah padamu untuk apa pun yang kamu lakukan padaku. "Aku rindu saat-saat ketika kamu masih kecil dahulu. Aku sangat merindukanmu. Ibu menyayangi kamu. Kamu segalanya untukku."

Begitu selesai membaca surat dari ibu, seakan bumi bergetar hebat sehingga aku tidak mampu lagi berdiri, aku menangis sejadi jadinya. Aku sangat menyesali perlakuanku kepada ibu, saya tidak tahu cara yang akan menebus perbuatan terburuk saya ...

"Seburuk apapun orang tua kita, tetapi merekalah yang membesarkan dan membimbing kita menjadi sedewasa ini, merekalah yang selalu bersedia mengorbankan apapun untuk kebahagiaan kita. Mereka tidak akan menghiraukan panas terik, lelah, keterbatasan mereka hanya untuk memberikan apa yang kita butuhkan, apa yang kita perlukan dan mereka tidak pernah meminta imbalan atas apa yang mereka lakukan. Orang tua akan selalu memberikan apapun untuk anak-anaknya, memaafkan semua kesalahan yang dilakukan oleh anak-anak. Tidak ada cara apapun untuk membayar jasa mereka yang begitu hebat, yang bisa kita lakukan adalah mencoba memberikan apa yang mereka butuhkan, berbakti kepada mereka dengan cinta dan rasa hormat."

Kisah Sarjana & Ibunya Si Tukang Cuci

Posted By : Posted on - 18.01 with No comments
Seorang sarjana yang baru menyelesaikan studinya sedang melakukan wawancara terakhir dimana dalam sesi inilah yang menentukan ia akan diterima atau ditolak di posisi manajerial yang ia lamar. Dia melewati wawancara awal, test awal dengan sangat memuaskan karena memang pemuda tersebut merupakan sarjana cum laude yang sangat berprestasi di kampusnya.  Dia memiliki catatan akademik yang memuaskan bahkan tidak hanya saat kuliah, namun dilihat dari data yang dimasukkan di perusahaan pemuda itu memiliki prestasi terbaik mulai dari sekolah dasar hingga bangku SMA.

Dalam sesi wawancara terakhir tersebut Direktur bertanya, "Apakah selama ini Anda mendapatkan beasiswa di sekolah?" Pemuda itu menjawab "tidak". Direktur melanjutkan pertanyaannya, "Apakah yang membayar biaya sekolah Anda selama anda menempuh pendidikan Ayahmu?" Pemuda itu menjawab, "Ayah saya meninggal ketika saya berusia satu tahun, dan ibu saya yang membayar biaya sekolah saya dan menanggung semua kebutuhan keluarga kami, saya dan adik saya yang masih SMP".

Kisah Sarjana & Ibunya Si Tukang Cuci

Direktur bertanya, "Di mana ibumu bekerja, sampai beliau mampu menyekolahkan anda di Universitas cukup ternama di negeri ini?" Pemuda itu menjawab, "Ibuku hanya bekerja sebagai pencuci pakaian pak, setiap hari ia menerima pesanan cucian dari tetangga-tetangga kami. Direktur kemudian meminta pemuda untuk menunjukkan tangannya. Pemuda menunjukkan sepasang tangan yang halus dan sempurna ".

Direktur bertanya lagi, "Apakah Anda pernah membantu ibumu mencuci pakaian sebelumnya?" Pemuda itu menjawab, "Tidak pernah, ibu saya selalu ingin saya fokus untuk belajar dan membaca lebih banyak buku, beliau tidak pernah mengizinkan saya untuk membantunya karena ia hanya ingin saya fokus untuk belajar ".

Direktur yang terkenal bijak di perusahaan itu lalu mengatakan, "Aku punya permintaan, dan permintaanku ini diluar syarat apakah kau diterima di perusahaan ini atau tidak. Ketika Anda kembali besok untuk melanjutkan sesi wawancara, kembalilah ke rumahmu, lihat tangan ibumu dan bersihkan tangannya, kemudian temui saya besok pagi".

Pemuda itu kembali pulang kerumahnya dengan semangat bahwa kesempatannya untuk diterima diperusahaan itu berpeluang tinggi. Ketika ia sampai dirumah, ia dengan senang hati meminta ibunya untuk membiarkan dia membersihkan tangannya. Ibunya merasa aneh, senang tapi dengan perasaan campur aduk, ia menunjukkan tangannya ke anak itu.

Pemuda itu membersihkan tangan ibunya perlahan. Air matanya tiba tiba jatuh saat dia melakukannya. Ini adalah pertama kalinya ia melihat bahwa tangan ibunya begitu berkerut, dan ada begitu banyak memar di tangannya. Beberapa memar begitu menyakitkan dan ia menyadari bahwa ibunya begitu tersiksa dengan pekerjaan yang ia lakukan selama ini terbukti ibunya menggigil ketika tangannya dibersihkan dengan air.

Ini adalah pertama kalinya pemuda itu menyadari bahwa sepasang tangan ibunya inilah yang mencuci pakaian sehari-hari tanpa memperdulikan sakit yang ia rasakan hanya untuk memungkinkan beliau dapat membayar biaya sekolah dia dan adiknya. Memar dan rasa sakit di tangan ibu adalah harga yang ibu harus bayar untuk melihatku lulus, melihatku lulus dengan prestasi akademik dan ingin melihatku memiliki masa depan yang cerah. Setelah membersihkan tangan ibunya, pemuda itu diam-diam mencuci semua pakaian yang tersisa untuk ibunya. Malam itu, ibu dan anak berbicara untuk waktu yang sangat lama. Keesokan paginya, pemuda pergi ke kantor direktur.

Direktur melihat air mata di mata pemuda, bertanya: "Bisakah Anda ceritakan apa yang telah Anda lakukan dan apa yang anda pelajari kemarin di rumah Anda?" Pemuda itu menjawab, "Aku membersihkan tangan ibuku, dan juga selesai membersihkan semua pakaian yang tersisa".

Direktur bertanya, "tolong katakan padaku perasaan Anda". pemuda itu berkata, "Pertama aku tahu sekarang apa itu apresiasi. Tanpa ibu saya, saya tidak akan sukses hari ini. Nomor 2, Dengan bekerja sama dan membantu ibu saya, sekarang saya menyadari betapa sulitnya mencari uang dan kesulitan itu sesuatu yang harus dilakukan untuk menuju kesuksesan. Nomor 3, aku datang untuk menghargai pentingnya dan nilai hubungan keluarga ".

Direktur mengatakan, "Inilah apa yang saya cari untuk menjadi manajer saya. Saya ingin merekrut seseorang yang dapat menghargai bantuan orang lain, orang yang tahu penderitaan orang lain untuk menyelesaikan sesuatu, dan orang yang tidak akan menempatkan uang sebagai satu-satunya tujuan hidupnya. maka mulai hari ini Anda saya terima di perusahaan ini, selamat bekerja".

Setelah mealalui sesi wawancara yang sangat berharga ini, pemuda ini bekerja sangat keras, dan menerima rasa hormat dari bawahannya. Setiap karyawan bekerja dengan rajin dan dapat saling membantu sebagai sebuah tim. Kinerja perusahaan meningkat pesat.

"Seseorang harus memahami dan mengalami kesulitan yang dibutuhkan untuk mendapatkan kenyamanan yang diberikan oleh orang yang mereka cintai, sehingga mereka akan bisa menghargai setiap kenyamanan yang diberikan. Yang paling penting adalah untuk menjalani setiap kesulitan dan belajar untuk menghargai kerja keras di balik semua kenyamanan yang diberikan."

Kisah Orang Tua & Putranya Yang Cacat

Posted By : Posted on - 12.38 with No comments
Seorang prajurit akhirnya pulang setelah hampir 3 tahun bertempur di Afghanistan. Sesampainya dia tiba di markas tentara di San Francisco ia menghubungi kedua orang tuanya melalui telpon. "Ayah dan ibu, aku akan pulang ke rumah, tapi aku memiliki satu permintaan yang agak berat. Aku memiliki seorang teman saya ingin ajak pulang dengan saya kerumah, bolehkah?." "Tentu saja," jawab mereka, "kami akan senang bertemu dengannya."

"Namun ada sesuatu yang harus Ayah dan ibu yang harus ketahui," anak itu melanjutkan, "ia terluka cukup parah dalam pertempuran. Dia menginjak ranjau yang dipasang militan dan terluka parah sampai ia kehilangan lengan dan kakinya. Dia tidak memiliki tempat lain untuk pulang dan saya ingin dia tinggal bersama kita. "

"Saya menyesal mendengar itu, nak. Mungkin kita dapat membantunya menemukan tempat tinggal yang lebih cocok untuk ia tinggal." "Tidak, Ayah, aku ingin dia tinggal bersama kita."

"Nak," kata sang ayah, "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta itu terlalu berat. Seseorang dengan cacat seperti itu akan menjadi beban yang berat pada kita. Kita memiliki kehidupan kita sendiri untuk hidup, dan kita tidak bisa membiarkan sesuatu seperti ini mengganggu kehidupan kita. Ayah pikir kamu hanya harus pulang dan melupakan orang ini. Dia akan menemukan cara untuk hidup sendiri. "

Kisah Orang Tua & Putranya Yang Cacat

Pada saat itu, sang anak menutup telepon, dan orang tua ini tidak mendengar kabar apa-apa lagi dari dia. Beberapa hari kemudian, mereka menerima telepon dari polisi San Francisco. Anak mereka telah meninggal setelah jatuh dari sebuah gedung berlantai sembilan, begitu mereka diberitahu. Polisi percaya dan menduga bahwa anak ini bunuh diri.

Orang tua ini begitu bersedih dan berduka terbang ke San Francisco dan menjenguk di kamar mayat sebuah rumah sakit untuk mengidentifikasi tubuh anak mereka. Mereka mengenalinya, tapi mereka kaget dengan apa yang terjadi dengan tubuh putra mereka, putra mereka hanya memiliki satu tangan dan satu kaki.

"Orang tua dalam cerita ini seperti kebanyakan dari kita. Kita akan sangat mudah untuk menerima dan menyayangi orang orang yang memiliki banyak kelebihan, namun kita akan merasa berat untuk menerima dan menyayangi orang yang memiliki kekurangan, menyusahkan kita atau membuat kita merasa tidak nyaman.

Ubahlah pemikiran kita, mereka tidak ingin seperti itu hanya keadaan yang membuatnya terlahir atau sesuatu hal yang membuat mereka memiliki kekurangan dibandingkan dengan orang normal lainnya. Hari ini berdoalah kepada Tuhan dan meminta untuk diberikan kekuatan yang Anda butuhkan untuk menerima orang apa adanya, dan untuk membantu kita semua menjadi lebih memahami mereka yang berbeda dari kita."

Mobil Baru Yang Di Beli Ayahku

Posted By : Posted on - 12.04 with No comments
Seorang pria sedang mencuci mobil baru yang baru dibelinya didepan rumah, bersama putri kesayangannya yang baru berusia 4 tahun. Ia sangat bangga bisa membeli mobil terbaru yang merupakan hasil jerih payahnya yang ia kumpulkan selama ini. Ketika ia sedang mengelap bodi mobil  tiba tiba putrinya yang baru berusia 4 tahun itu memungut batu dan menggaruk di sisi mobil barunya.

Pria itu seketika memuncak amarahnya, memegang tangan putrinyanya & memukulnya berkali-kali, bahkan karena terlalu marahnya ia tidak menyadari ia menggunakan kunci inggris untuk memukul jemari anaknya. Di rumah sakit, si anak kehilangan semua jarinya karena beberapa patah tulang jarinya menyebabnya beberapa jari harus diamputasi.

Ketika putrinya terbaring lemas dirumah sakit dan mengetahui ayahnya masuk untuk menjenguknya, dengan mata yang sedih ia bertanya 'Yah kapan jariku akan tumbuh kembali? " Pria itu begitu sakit mendengar perkataan putrinya, ia sangat menyesal dengan apa yang telah dilakukannya. Dia kembali ke mobil barunya dan menendangnya berkali-kali sehingga mobil itu tak berbentuk. Hancur oleh perbuatannya sendiri, duduk di depan mobil dan meratapi perbuatannya, dan tanpa sengaja ia melihat goresan yang ditulis putrinya menggunakan batu disisi mobilnya, Putrinya telah menulis 'Aku menyayangimu Ayah'.

"Ingat, bahwa amarah tidak memiliki batasan. Ketika anda tidak bisa mengendalikannya hal itu justru akan merugikan anda, dan fakta di dunia ini adalah orang yang sering anda marahi adalah orang orang yang terdekat dengan diri anda."

Belajar Memahami Cinta Sejati

Posted By : Posted on - 07.35 with No comments
Seorang pemuda baik yang baru lulus sarjana sedang jatuh cinta kepada seorang gadis. Dia mencintai gadis itu bukan karena kecerdasannya, kecantikannya namun ia merasa bahwa gadis itu segalanya baginya. Bahkan saking jatuh cintanya kepada gadis itu sering terbawa ke dalam mimpi pemuda tersebut, sering kali ia bermimpi menikahi gadis itu dan menghabiskan sisa hidupnya dengan gadis pujaannya tersebut, dan ia benar benar mengharpakan segala mimpinya tersebut menjadi sebuah kenyataan.

Tetapi yang mengherankan bukan karena seberapa besar cintanya kepada gadis pujaannya melainkan karena pemuda tersebut belum mnyatakan cinta kepada gadis itu dan iapun belum tahu apakah gadis itu mau menerima atau menolaknya, namun rasa cintanya begitu besar kepada gadis tersebut. Karena merasa kasihan cintanya tak berbalas teman-temannya berkata "Mengapa kamu begitu berharap banyak tentang dia, bahkan kamu tidak tahu apakah dia mencintaimu atau tidak? Sebaiknya kamu menceritakan perasaanmu terlebih dahulu, dan kemudian kamu akan mengetahui dia menyukaimu atau tidak ".

Belajar Memahami Cinta Sejati

Pemuda itu merasa bahwa cara itu adalah cara yang benar. Gadis itu harus tahu dari awal, bahwa pemuda ini mencintainya. Hingga pada suatu kesempatan yang tepat pemuda ini benar benar menyatakan perasaannya yang amat tulus kepada gadis tersebut, namun apa yang didapat dari gadis tersebut adalah penolakan yang disertai dengan ejekan. Teman-temannya mengira bahwa pemuda tersebut akan sangat patah dan sakit hati cintanya yang tulus ditolak mentah mentah, dan mereka menebak tentu saat ini pemuda tersebut akan menghabiskan banyak waktunya untuk meratapi penolakan tersebut dengan mabuk mabukan, menggunakan drugs atau bahkan bisa mengakhiri hidupnya.

Kawatir akan hal itu teman-temannya menjenguknya dan ingin melihat bagaimana keadaanya. Namun ternyata perkiraan mereka bahwa pemuda tersebut akan patah hati justru berbanding terbalik dengan apa yang dilihatnya sekarang. Saat ini pemuda ini bahkan sangat rajin bekerja untuk meneruskan program S2 nya, belajar tiap hari, wajahnya selalu riang dan penuh semangat. Ketika mereka bertanya kenapa pemuda tersebut tidak sedih padahal cintanya yang tulus ditolak mentah mentah bahkan disertai dengan ejekan, dia menjawab, " Mengapa saya harus merasa seidh, patah hati atau merasa buruk? Aku kehilangan orang yang pernah saya cintai dalam hidup saya namun dia justru kehilangan orang yang benar-benar tulus mencintai dia apa adanya dan sepenuh hati.

"Cinta sejati adalah semua hal tentang memberi kepada orang lain tanpa mengharapkan suatu imbalan apa pun, jika orang lain menolaknya, justru merekalah yang kehilangan orang baik yang paling penting dalam hidup mereka. Jadi jangan pernah merasa sedih jika cinta yang tulus ditolak oleh pujaan hati Anda.".

Belajar Memaafkan Kesalahan & Mengingat Kebaikan

Posted By : Posted on - 07.23 with No comments
Dua orang sahabat melakukan perjalanan jauh dan mereka berjalan melalui padang gurun. Dalam perjalanan tersebut mereka tertawa dan bercanda, salah seorang teman bercanda dan seorang yang lain menganggap candaan tersebut menyakitkan dan keterlaluan sehingga ia menampar seorang sahabatnya tersebut. Sahabat yang ditampar merasakan sakit hati, namun tanpa berkata apa-apa, ia menulis di pasir "Hari ini sahabat saya menampar wajah saya".

Mereka terus berjalan sampai mereka menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi karena cuaca yang sangat panas dan mungkin dengan berendam mereka dapat merasa lebih nyaman dan sejuk. Salah seorang sahabat yang ditampar oleh temannya terjebak dalam lumpur dan ia mulai tenggelam, tapi teman yang menampar berusaha menyelamatkannya dan itu berhasil. Setelah beberapa saat sahabat yang ditampar sekaligus yang diselamatkan oleh sahabatnya tersebut ia menulis di atas batu "Hari ini sahabat saya menyelamatkan hidup saya".

Menulis diatas pasir

Teman yang telah menampar dan menyelamatkan sahabatnya bertanya, "Setelah saya aku menamparmu tadi, aku melihat kamu menulis di pasir dan sekarang ketika aku menyelamatkanmu dari tenggelam aku melihatmu menulis di atas batu, kenapa?" Jawab sahabat lainnya "Ketika seseorang menyakiti kita, kita harus menuliskannya di pasir di mana hembusan angin mudah untuk menghapusnya. Tapi, ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik bagi kita, kita harus mengukir di batu di mana angin tak akan pernah bisa menghapusnya. "

"Jadilah pemaaf, memaafkan kesalahan seseorang yang telah menyakiti kita lalu lupakan seperti mudahnya angin menghapus tulisan diatas pasir, namun jangan pernah untuk melupakan kebaikan seseorang yang berbuat baik kepadamu seperti halnya ukiran diatas batu yang tidak akan hilang oleh hembusan angin, untuk terus memotivasimu untuk selalu berbuat baik."

Seorang Yang Terbaik & Tercedas Di Dunia

Posted By : Posted on - 03.06 with No comments
Seorang dokter, pengacara, seorang bapak tua dan seorang anak kecil sedang menunggu pesawat untuk melakukan perjalanan menuju ke tujuan kota yang sama. Pesawat yang ingin mereka tumpangi ternyata mengalami masalah operasional akhirnya penerbangan malam itu mengalami delay. Karena suatu hal penting ke 4 penumpang ini memutuskan untuk menyewa pesawat kecil untuk melakukan perjalanan mereka.


Belum 1 jam perjalanan pilot mengatakan ada masalah teknis yang mengharuskan mereka untuk melompat dari pesawat menggunakan parasut atau pesawat mereka akan menukik tajam jatuh ke laut, setelah beberapa saat pilot mencoba mengendalikan masalah teknis tersebut namun tidak bisa teratasi. Akhirnya, pilot meraih parasut dan berteriak kepada penumpang bahwa mereka lebih baik melompat, dan ia sendiri melompat duluan menggunakan parasut.

Sayangnya, hanya ada tiga parasut yang tersisa dikabin pesawat. Dokter meraih salah satu parasut dan berkata "Saya seorang dokter, saya menyelamatkan nyawa, jadi saya seorang yang terbaik karena menyelamatkan banyak nyawa dan saya harus hidup," dan tidak lama kemudian dokter itu melompat keluar. Pengacara kemudian berkata, "Saya pengacara dan pengacara adalah orang-orang terpandai di dunia. Aku berhak hidup." Dia juga meraih parasut dan melompat keluar dari pesawat.

Bapak tua memandang anak kecil dan berkata, "Anakku, aku sudah menjalani kehidupan yang sangat panjang dan dipenuhi dengan warna warni kehidupan. Kamu masih sangat muda dan memiliki banyak tujuan hidup di masa depanmu. Ambil parasut ini dan melompatlah semoga hidupmu kelak menjadi orang yang baik sekaligus pandai. " Anak kecil menyerahkan parasut kembali kepada bapak tua dan berkata, "Tidak perlu khawatir pak. Orang terbaik & terpandai di dunia hanya mereka yang mampu berpikir jernih disaat terjepit dan mereka yang mau melepas ego mereka untuk manfaat banyak orang."

"Pekerjaan Anda tidak selalu mendefinisikan siapa diri Anda, tetapi mereka yang terbaik dan terpandai adalah orang orang mendedikasikan ilmunya dan memberi manfaat bagi banyak orang."

Kisah Keyakinan Seekor Gajah

Posted By : Posted on - 02.55 with No comments
Seorang turis sedang berjalan menikmati suasana kebun binatang. Ketika sedang berjalan tiba tiba dia berhenti, melihat kawanan gajah. Ia berhenti bukan karena takjub dengan ukuran gajah yang begitu besar namun ia bingung oleh fakta bahwa hewan darat terbesar didunia itu sedang dipegang oleh seorang pawang hanya menggunakan tali kecil yang terikat kaki depan mereka. Tidak ada rantai, tidak ada kandang.

Hal itu menjelaskan bahwa gajah bisa pergi kapan saja bisa melepaskan diri dari ikatan mereka tetapi tidak mereka lakukan, hal inilah yang membuat turis ini bingung, kekuatan gajah yang begitu besar tentu saja dapat dengan mudah memutuskan tali kekang dikaki mereka hanya sekali tarik, namun kenapa hal ini tidak gajah lakukan.


Karena keheranannya dia memutuskan untuk menemui seorang pelatih gajah atau pawang yang berada tidak jauh dari tempatnya berada dan bertanya mengapa hewan-hewan ini hanya berdiri di sana dan tidak berusaha untuk melarikan diri, padahal hal ini bisa gajah lakukan. Pawang gajah tersebut menjelaskan "ketika gajah gajah itu masih sangat muda dan jauh lebih kecil kita menggunakan ukuran tali yang sama untuk mengikat kaki depan mereka dan tentu saja pada usia itu, itu cukup untuk menahan mereka. Saat mereka tumbuh dewasa, mereka percaya bahwa mereka tidak dapat melepaskan diri. Mereka percaya tali masih bisa menahan mereka, sehingga mereka tidak pernah mencoba untuk membebaskan diri. "

Turis pria itu kagum dan berpikir bahwa hewan-hewan ini bisa setiap saat sebenarnya bisa membebaskan diri dari ikatan mereka tetapi karena mereka percaya bahwa mereka tidak bisa, mereka terjebak tepat di mana mereka berada.

"Seperti gajah, berapa banyak dari kita menjalani hidup terpengaruhi oleh suatu keyakinan bahwa kita tidak bisa melakukan sesuatu, hanya karena kita gagal sekali sebelumnya? Kegagalan adalah bagian dari pembelajaran. Kita jangan pernah menyerah berjuang dalam hidup. Anda Gagal bukan karena Anda ditakdirkan untuk gagal, tapi karena ada pelajaran yang Anda butuhkan untuk belajar dan kembali melanjutkan hidup Anda."

Kisah Gadis Buta Dengan Kekasihnya

Posted By : Posted on - 01.20 with No comments
Beberapa tahun yang lalu kecelakaan hebat membuat seorang gadis menderita kebutaan. Saat menjadi buta inilah alasan yang membuat dia membenci dirinya sendiri hanya karena dia buta. Dia juga benci semua orang. Namun kebenciannya tidak untuk kekasihnya yang selalu menemaninya, merawatnya sesaat setelah pertemuannya di taman setelah ia sembuh dari kecelakaan yang merenggut penglihatannya.

Kisah Gadis Buta Dengan Kekasihnya

Suatu hari kekasih gadis tersebut membawakannya bunga dan sepasang cincin lalu berlutut dihadapannya "maukah kamu menikah denganku". Sang gadis kaget dan sambil menangis ia berkata "Aku tidak mau menjadi beban dalam hidupmu kelak jika aku jadi istrimu, walaupun aku sangat mencintaimu lebih dari apapun. Gadis itu mengatakan dia mau menikahi kekasihnya tersebut jika dia bisa melihat dunia ini lagi."

Suatu hari, kekasihnya datang dan memberikan berita bagus bahwa ada seseorang yang mau mendonorkan matanya untuk kesembuhan gadis tersebut. Seseorang yang baik hati mau menyumbangkan sepasang mata kepadanya dan kemudian dia akan bisa melihat semua hal yang indah didunia, termasuk kekasihnya yang selama ini ingin menjadi seseorang yang ingin dilihatnya pertama kali ketika penglihatannya kembali.

Operasi matanya berjalan dengan lancar dan hari ini adalah momen dimana ia akan melihat kekasihnya, perban dikepalanya dibuka dan ia melihat kekasih yang selama ini merawat dan menemanunya. Kekasihnya bertanya, "Sekarang kamu bisa melihat dunia, akankah kau menikah denganku?" Gadis itu terguncang saat melihat bahwa kekasihnya ternyata juga mengalami kebutaan juga, dan ia pun menolak untuk menikah dengannya. Pacarnya berjalan pergi menangis, dan kemudian meninggalkan surat yang berisi: "Jaga baik baik mata ku sayang, tidak ada hal yang bisa kuberikan yang bisa membuatmu bahagia selain mata ini".

Waktu 5 Menit Yang Sangat Berharga

Posted By : Posted on - 07.10 with No comments
Seorang pria suatu hari duduk ditaman dan sedang mengobrol dengan seorang wanita yang duduk di sebelah seorang pria di bangku dekat taman bermain. "Itu anak saya di sana," kata wanita tersebut sambil menunjuk seorang anak kecil memakai sweater merah yang sedang bermain papan seluncur. "Dia anak yang tampan" kata pria itu. "Itu anak saya sedang bersepeda menggunakan gaun berwarna putih."

Waktu 5 Menit Yang Sangat Berharga

Kemudian setelah agak lama mengobrol pria itu melihat jam ditangannya dan ia memanggil putrinya. "Ayo kita pulang Melissa?" Melissa berbaju putih tersebut terlihat menjawab dan memohon, "Lima menit lagi, Ayah? Hanya lima menit lagi." Pria itu mengangguk dan Melissa melanjutkan naik sepedanya danmemutari taman. Menit berlalu dan sang ayah berdiri dan memanggil lagi putrinya. "Sudah saatnya pulang Melissa, ayo kita pulang sekarang nak?"

Sekali lagi Melissa memohon, "Lima menit lagi, ayah. Hanya lima menit lagi. " Pria itu tersenyum dan berkata," OK. " Sambil kembali duduk. Wanita disebelah pria itu berkata "Anda pasti seorang ayah yang penyabar" wanita itu bertanya.

Pria itu tersenyum dan kemudian berkata, "Kakaknya Tommy meninggal 2 tahun lalu tertabrak seorang pengemudi mabuk ketika ia sedang bersepeda di dekat sini. Dulu aku tidak pernah menghabiskan banyak waktu dengan Tommy dan sekarang aku akan memberikan apa pun untuk lima menit dengan dia. Aku sudah bersumpah untuk tidak membuat kesalahan yang sama dengan Melissa. Dia pikir dia memiliki lima menit lagi untuk naik sepedanya. Yang benar adalah, saya mendapatkan lima menit lagi untuk melihat dia lebih lama bermain.

"Hidup adalah semua tentang membuat prioritas, dan keluarga adalah satu-satunya prioritas utama, sehingga menghabiskan banyak waktu Anda dengan orang orang yang anda cintai."

Kisah Pohon Mangga Tua Dengan Anak Kecil

Posted By : Posted on - 06.43 with No comments
Sekali waktu hiduplah sebuah pohon mangga besar yang lebat daunnya dan berbuah sangat banyak. Seorang anak kecil sangat menyukai untuk berteduh dibawah pohon mangga yang rindang tersebut dan bermain-main setiap hari. Anak kecil itu suka sekali memanjat dahan pohon yang rindang dan bercabang, berayun dari satu tangkai ke tangkai lainnya, jika ia lapar tinggal memetik buah mangga yang ranum dan sesekali ia tertidur nyenyak dibawah pohon yang rimbun dan sejuk. Anak kecil itu suka bermain dengan pohon mangga begitu juga sebaliknya pohon mangga sangat senang diajak bermain anak kecil itu.

Waktu berlalu, Anak kecil tumbuh menjadi seorang remaja, dan ia tidak lagi suka bermain di sekitar pohon karena sekarang perhatianya tertuju pada mainan yang sering dimainkan anak sebayanya. Suatu hari, anak itu datang kembali ke pohon dengan tampilan sedih di wajahnya. Pohon mangga ikut merasakan kesedihan diwajah remaja tersebut, untuk menghiburnya dia berkata "Ayolah panjat dahan saya dan bermain dengan saya seperti kamu kecil dahulu,".

Kisah Pohon Mangga Tua Dengan Anak Kecil

Remaja itu menjawab "Saya tidak lagi anak-anak, saya tidak bermain-main atau memanjat pohon lagi. Yang aku inginkan hanya mainan, namun aku tidak memiliki uang untuk membelinya. Aku butuh uang untuk membelin mainan tersebut." Pohon tua dan bijak itupun berkata "Maaf, saya tidak punya uang ... tetapi jika kamu mau, kamu boleh memetik semua buah mangga saya dan menjualnya sehingga kamu akan memiliki uang untuk membeli mainan."Anak itu begitu gembira. Dia mengambil semua mangga di pohon dan pergi dengan gembira. Anak itu tidak datang kembali. Pohon mangga tua itupun kelihatan bersedih.

Suatu hari, remaja itu datang kembali dan saat ini ia tumbuh menjadi seorang pria dewasa. Pohon itu begitu gembira dan berkata "Ayolah bermain dengan saya," kata pohon mangga tua itu. "Saya tidak punya waktu lagi untuk bermain. Saya harus bekerja untuk keluarga saya dan saya membutuhkan rumah untuk berteduh. Dapatkah kamu membantu saya? Pohon mangga bijak itu berkata" Maaf, saya tidak punya rumah, tapi Anda dapat memotong semua cabang saya dan itu cukup untuk membangun sebuah rumah untuk keluargamu berteduh dari panas terik dan hujan.

Pria itu sangat bergembira dan memotong semua cabang pohon mangga yang rindang dan pergi dengan gembira untuk membuat rumah dari semua dahan yang baru saja ia potong. Pohon itu merasa senang dan bergembira bisa membantu pria itu, namun pria itu tidak datang kembali sesudahnya. Pohon manggat tua itu merasa kesepian dan sedih lagi.

Suatu hari di musim panas, pria itu kembali datang dan pohon itu kelihatan senang. "Datang dan bermain dengan saya!" Kata Pohon itu. "Saya sedih dan mulai tua. Saya ingin pergi berlayar dan pergi jauh untuk berlibur. Dapatkah Anda memberi saya perahu? " Pohon tua itu menjawab "Saya tidak bisa membelikanmu atau memberimu sebuah perahu, namun jika kamu bisa membuat perahu kamu bisa menggunakan batang saya untuk membangun sebuah perahu untuk Anda. Anda bisa berlayar jauh dan menjadi bahagia. "Orang itu memotong batang pohon untuk membuat perahu. Dia pergi berlayar dan tidak kembali untuk waktu yang lama.

Akhirnya, pria itu kembali setelah ia pergi selama bertahun-tahun. "Maaf saya tidak punya apa-apa untuk Anda. Aku sudah tidak bisa bermain dengan kamu lagi karena semua cabang saya telah habis, aku tidak bisa memberikanmu mangga lagi jika kamu lapar dan akupun tidak bisa lagi memberikan dahan dan batang lagi, yang tersisa hanya akar tua sekarat ini." Pria tua itupun menjawab "Saya tidak bisa lagi memanjat karena tubuh saya sudah renta, saya pun tidak punya gigi untuk menggigit buah mangga, Aku sudah terlalu tua untuk itu sekarang," kata pria itu.

"Saya benar-benar tidak bisa memberikan apa-apa, satu-satunya hal yang tersisa adalah akar sekarat," kata pohon dengan kesedihan. "Saya tidak perlu banyak hal sekarang, hanya sebuah tempat untuk beristirahat. Saya lelah setelah bertahun-tahun, "jawab pria itu. "Baik! akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Ayo duduk dengan saya dan istirahat. "Anak itu duduk dan pohon itu gembira dan tersenyum.

"Pohon dalam cerita mewakili orang tua kita. Ketika kita masih muda, kita suka bermain dengan mereka dan mereka akan memberikan apapun yang kita inginkan. Ketika kita tumbuh dewasa, kita meninggalkan mereka untuk bekerja dan hanya datang kembali ketika kita membutuhkan bantuan. Kita sering mementingkan keluarga kita sendiri namun sering kali melupakan jasa orang tua yang telah membesarkan kita dari kita kecil sampai kita bisa mandiri. Bahkan orang tua akan mau mengorbankan nyawa mereka untuk kita. Jangan Lupakan pengorbanan mereka. Beri mereka Cinta dan kasih sayang sebelum semua itu terlambat."

Musim Tanam Kentang Petani Tua

Posted By : Posted on - 04.24 with No comments
Seorang petani tua tinggal sendirian di Minnesota. Istrinya telah meninggal 2 tahun ini, sedang anaknya di penjara di lembaga pemasyarakatan negara bagian di Florida karena dugaan terorisme. Musim ini memasuki musim tanam kentang, dulu istrinya sangat menyukai musim ini, namun untuk menanam lahan kentang dibutuhkan tenaga dan kerja yang sangat keras. Tubuhnya yang kini memasuki usia senja tidak memungkinkan lagi untuk menanam kentang di lahan yang cukup luas tersebut.

Musim Tanam Kentang Petani Tua

Anak satu-satunya yang berbakti dan selalu membantunya, sekarang masih dalam proses hukuman di dalam penjara. Orang tua itu menulis surat kepada anaknya dan menceritakan keadaannya tersebut kurang lebih:

Anakku tersayang, mungkin musim ini kita tidak bisa lagi menanam kebun kentang sama seperti tahun tahun sebelum ibumu meninggal, padahal tradisi menanam kentang ini sangat disukai oleh ibumu. Aku merasa tidak cukup memiliki tenaga untuk dapat menanam kebun kentang kita tahun ini. Aku benci tidak bisa memenuhi keinginan ibumu karena musim kentang ini mengingatkanku kepada ibumu yang selalu bersemangat dan menyukai masa tanam kentang. Aku sudah terlalu tua untuk menggali lahan kentang yang akan kita tanam. Jika kamu berada di sini, tentu semua masalah akan terselesaikan dengan baik. Aku tahu kau akan membantu menggali tanah untuk menanam kentang, tentu saja jika kamu disini dan tidak di penjara. Ayah Tercinta.

Tak lama kemudian, petani tua ini menerima telegram yang berisi: 'Demi Tuhan, Ayah jangan menggali kebun !! Di sanalah aku mengubur semua persenjataan!! 'Pada jam 4:00 pagi berikutnya, puluhan agen FBI dan ratusan polisi lokal mendatangi kebun petani tua tersebut dan menggali seluruh kebun untuk menemukan senjata seperti yang tertulis didalam telegram. Namun mereka tidak menemukan satu pun persenjataan yang dimaksud dalam telegram.

Karena merasa kebingungan dengan telegram yang ditulis putranya, petani tua itu kembali menulis surat untuk anaknya menceritakan apa yang telah terjadi, dan bertanya apa yang harus dilakukan selanjutnya. Kali ini putranya membalas melalui surat dan balasan surat itu adalah: 'Silakan tanami lahan kentangmu Ayah! Ini hal yang terbaik yang bisa saya lakukan untuk Anda, dari sini.

"Tidak masalah sekarang ini Anda berada di belahan dunia manapun, Jika Anda telah memutuskan untuk melakukan sesuatu yang mendalam dari hati Anda, Anda dapat melakukannya. Ini adalah pemikiran yang penting, tidak di mana Anda atau di mana orang tersebut."

Seikat Mawar Merah Untuk Ibu

Posted By : Posted on - 02.15 with No comments
Pada hari ibu, seorang eksekutif muda menyempatkan diri untuk berhenti di toko bunga untuk memesan beberapa ikat bunga mawar merah kesukaan ibunya yang hendak dikirim kannya melalui paket ke ibunya yang tinggal dua ratus mil jauhnya dari tempatnya bekerja. Saat ia selesai melakukan pembayaran dan menyerahkan alamat ibunya ia sempat melihat seorang gadis kecil duduk di menangis pinggir jalan.

Dia heran dan ingin tahu apa yang membuatnya menangis seperti itu di pinggir jalan yang kelihatan ramai kendaraan berlalu lalang, ia pun menanyakan perihal itu "Saya ingin membeli setangkai bunga mawar putih untuk ibu saya. Tapi uang saya tidak cukup, aku hanya memiliki tujuh puluh lima sen, sedangkan seikat mawar putih harganya dua dolar, ibu saya tentu akan bersedih. "

Seikat Mawar Merah Untuk Ibu

Pria itu tersenyum, "Aku akan membelikanmu 5 ikat bunga mawar, semoga ibumu senang. " Sesaat setelah keluar dari toko bunga tersebut pria itu menawarkan gadis cilik itu untuk mengantarkannya pulang. Dia berkata, "Ya, terima kasih! Anda dapat mengantarkan saya pulang dan saya akan mempertemukan anda pria baik kepada ibu saya.

Dia masuk mobil dan mengarahkanku masuk ke sebuah pemakaman yang baru saja digali dan ia menunjuk ke sebuah pemakaman dan sepertinya masih baru, lalu meletakkan karangan bunga tersebut diatas batu nisan, seraya berkata "Bu ada yang ingin bertemu ibu, seorang pria baik yang membelikanku 5 ikat karangan bunga".

Pria itu menangis dan bergegas kembali ke toko bunga, membatalkan pesanan paket bunga yang hendak dikirimkan ke alamat ibunya, mengambil karangan bunga dan melaju dua ratus mil ke rumah ibunya untuk mengantarkan paket bunga itu sendiri.

"Hidup ini singkat. Menghabiskan lebih  banyak waktu yang Anda bisa untuk mencintai dan peduli orang-orang yang dekat dengan Anda. Nikmati setiap momen dengan mereka sebelum terlambat. Tidak ada hal yang lebih penting dari sebuah keluarga."

Sahabat Sejati Tidak Akan Meninggalkanmu

Posted By : Posted on - 11.48 with No comments
Dua sahabat memutuskan untuk pulang ke kampung setelah seharian berbelanja dikota walaupun hari sudah menjelang sore dan harus melewati hutan untuk dapat sampai di kampung mereka. Mereka tahu bahwa sesuatu yang berbahaya dapat terjadi pada mereka setiap saat ketika mereka melewati hutan. Jadi mereka saling berjanji bahwa mereka akan tetap bersama dalam keadaan bahaya sekalipun.

Sahabat Sejati Tidak Akan Meninggalkanmu

Saat tengah asyik bercanda saat dalam perjalanan, tiba tiba mereka melihat beruang hitam besar mendekati mereka. Mereka tahu bahwa beruang merupakan salah satu hewan buas yang bisa membahayakan nyawa mereka. Salah satu teman tanpa berpikir panjang langsung memanjat pohon terdekat dan tidak menghiraukan teman yang lainnya yang penting nyawanya tidak terancam oleh hewan buas itu. Tetapi yang lain tidak tahu bagaimana cara untuk memanjat pohon dan tidak bisa berlari karena kakinya sedang sakit. tanpa berpikir panjang ia berbaring di tanah dan berpura-pura mati untuk mengelabuhi beruang buas itu.

Beruang itu datang mendekat pemuda yang tergeletak di tanah dan mengendus seluruh tubuhnya dan terakhir mengendus telinganya, dan perlahan-lahan meninggalkan tempat itu. Secara logika beruang tidak memangsa mahluk yang diam tak bergerak dan mati. Setelah dirasa aman seorang teman yang berada di pohon turun dan bertanya temannya yang masih berbaring di tanah, "Teman, tadi aku melihat beruang itu seperti berbisik ditelingamu, apa yang terjadi" Teman lainnya menjawab, "Beruang itu menyarankan aku untuk tidak percaya teman yang mementingkan keselamatannya sendiri. "

"Seorang sahabat sejati tidak hanya ada ketika anda bahagia, namun ia akan tetap berada di samping anda ketika anda bersedih, seorang sahabat juga akan selalu mendukung dan berdiri disamping Anda dalam situasi apapun."

Ibu Yang Bijak & Kebiasaan Buruk Putranya

Posted By : Posted on - 09.42 with No comments
Seorang pria kaya raya memiliki seorang putra yang baru saja beranjak dewasa yang mulai menunjukkan kebiasaan kebiasaan buruk seperti mulai terbiasa begadang, merokok, meminum minuman keras dan sering keluyuran. Kelakuannya ini sering membuat juragan kaya raya itu marah marah, ia khawatir ketika dewasa nanti kebiasaan buruk tersebut tidak bisa dihilangkan dan membuat putranya tidak mandiri. Ibunya yang bijaksana dan lembut suatu hari mengajaknya berjalan jalan di area perkebunan dan ingin menyadarkan bahwa kebiasaan buruk yang dilakukan putranya akan merugikan diri putranya sendiri.

"Nak sebaiknya kebiasaan burukmu itu kamu hilangkan atau suatu saat nanti kebiasaan burukmu akan merugikan kamu sendiri" kata ibu yang bijak tersebut kepada putranya. Kalau kamu tidak mau merubah kebiasaan burukmu mulai dari sekarang suatu hari nanti kamu akan kesulitan untuk menghilangkannya."

Pertama ibu bijak itu menyuruh putranya untuk mencabut rumput di area perkebunan, maka dengan sangat mudah pemuda itu mampu mencabutnya. Lalu setelahnya pemuda itu disuruh mencabut semak semak yang terdapat di area perkebunan itu, dengan susah payah namun berhasil pemuda itu sukses mencabut semak semak. "Sekarang tarik keluar pohon yang satu itu," kata ibu bijak sambil menunjuk ke arah pepohonan yang berada di dekat semak semak. Pemuda itu menggunakan semua kekuatannya untuk menariknya keluar, mencoba lagi dan lagi namun pepohonan itu tidak bergerakdari tempatnya semula.  "Tidak mungkin pohon ini bisa tercabut bu," kata pemuda itu, sambil terengah-engah.

"Begitu pula dengan kebiasaan burukmu," kata ibunya yang bijak. "Ketika kebiasaan burukmu kamu cabut begitu kebiasaan buruk itu timbul dalam diri kamu, maka akan sangat mudah untuk menariknya keluar,  namun ketika kebiasaan burukmu tumbuh lebih besar dan telah mengakar dalam karaktermu maka akan sangat sulit untuk menghilangkannya."

Sesi dengan ibu yang bijak ini telah mengubah hidup anak itu.

Jangan menunggu Kebiasaan Buruk tumbuh di dalam dirimu dan menjadikannya karakter yang kuat, hilangkan kebiasaan burukmu sedini mungkin.

Cintai Aku Sampai Maut Memisahkan Kita

Posted By : Posted on - 03.09 with No comments
Malam ini aku pulang terlalu larut, hal ini sengaja aku lakukan agar ketika aku sampai dirumah istriku sudah tidur. Tetapi saat aku membuka pintu rumahku ternyata istriku masih terjaga di ruang tamu, semalaman ia menungguku. Segera setelah melihatku ia mengambil koper kerja yang ada ditanganku, membukakan dasi dan sepatuku dan telah menyiapkan makanan diatas meja makan. Selesai makan aku beranikan diri membuka obrolan dan memegang tangannya dengan lembut dan mengatakan bahwa ada hal yang sangat penting ingin aku utarakan. Dia duduk dan siap mendengarkanku dengan penuh perhatian. Sekali lagi aku melihat kesedihan terlihat di matanya.

Melihatnya demikian aku kesulitan untuk membuka mulut dan mengungkapkan apa yang ingin aku katakan. Tapi aku harus tetap membiarkan dia tahu apa yang aku pikirkan, "aku ingin kita bercerai", aku membuka pembicaraan kami. Mendengar kata yang keluar dari mulutku bahwa aku menginginkan perceraian ia tersenyum dan tanpa merasa terganggu dengan pembicaraanku. Dengan tersenyum istriku menjawab, "Aku mengerti keinginanmu dan aku bisa memberikan apa yang kamu inginkan, hanya yang ingin aku tahu apa alasanmu ingin menceraikan aku".

Cintai Aku Sampai Maut Memisahkan Kita

Tentu aku tidak bisa mengatakan bahwa aku ingin menceraikan istriku bahwa aku memiliki wanita lain di dalam hidupku yaitu rekan kantor di perusahaanku. Aku hanya terdiam dan itu jelas membuaatnya semakin bersedih dan menangis. lalu ia meninggalkanku masuk kedalam kamar kami dan aku masih termenung dimeja makan, dalam hatiku bingung harus melakukan apa lagi, kini aku merasakan hanya mengasihani istriku yang telah memberikanku buah hati yang lucu dan tampan, tidak lagi menyayanginya seperti dulu lagi karena sekarang ada wanita lain didalam hidupku yaitu (sebut saja Jane) sekretarisku.

Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surat perceraian yang menyatakan bahwa setelah perceraian kami aku ingin memberikan apa yang menjadi haknya yaitu rumah yang selama ini kami tempati beserta pekarangannya, 2 mobil yang terparkir di garasi kami, 50% uang yang ada di rekeningku dan 30% saham dari perusahaan yang aku dirikan. Ia memandangnya sekilas dan menyobek nyobek kertas surat perceraian tersebut menjadi pecahan kecil-kecil dan membuangnya didepanku. Wanita yang telah menghabiskan sepuluh tahun hidupnya bersamaku dan kini aku melihatnya telah menjadi orang asing dalam hidupku. Sebenarnya aku tak tega melihatnya begitu bersedih namun keinginanku untuk segera menikahi Jane semakin membesar dan membuatku terpaksa melakukan hal demikian.

Malam berikutnya aku pulang ke rumah sangat larut dan ketika masuk ke kamar aku melihat istriku sedang sibuk menulis secarik kertas dan aku pun hanya melihatnya sekilas lalu aku tertidur karena seharian ini aku sangat lelah telah menghabiskan banyak waktu dengan Jane. Saat aku terbangun menjelang subuh dan hendak ke toilet aku masih melihat istriku masih menulis dikertas, akupun tidak memperdulikannya dan kembali melanjutkan tidurku. Keesokan harinya aku terbangun dan melihat istriku tampak tertidur disampingku, dan wajahnya yang pucat terlihat karena semalaman tidak beristirahat, sesaat aku teringat apa yang dia tulis semalam dan aku pun penasaran apa yang dia tulis.

Aku membaca sebuah kertas kecil yang ditulis istriku dan menulis keinginannya disecarik kertas tersebut. Didalam tulisan kertas tersebut ia tidak menginginkan apapun dari perceraian kami, ia tidak menginginkan rumah, mobil, rekening maupun saham dariku. Yang diinginkannya sederhana yaitu ingin agar putra kami yang sedang menghadapi ujian kenaikan kelas, melihat kami sebagai orang tuanya hidup rukun dan damai dan terlihat menyayangi satu sama lain hingga anakku menyelesaikan ujiannya sehingga tidak terganggu dengan perceraian kami nantinya setidaknya dalam sebulan. Suatu hal yang sangat sederhana yang diinginkan oleh istriku dan akupun sangat bisa untuk mengabulkan permohonan istriku tersebut.

Pada minggu pertama hal ini aku melakukannya dengan sangat mudah. Dia meminta saya untuk mengingat bagaimana dulu aku membawanya ke kamar pengantin pada hari pernikahan kami. Dia meminta agar setiap hari selama sebulan saya membopongnya keluar dari kamar tidur ke pintu depan sama seperti yang biasa kami lakukan dahulu saat aku akan berangkat bekerja. Aku pikir pikir permintaanya ini terlihat aneh emngingat kami akan bercerai setelah ini, namun karena aku berjanji melakukan segalanya dalam satu bulan ini aku mengabulkan permintaan aneh istriku ini. Bahkan aku sempat menceritakan permintaanku ini kepada Jane dan ia hanya tertawa dengan keras dan mengatakan " Lakukan saja apa permintaanya, itu hanya sebulan dan saya yakin kamu bisa melakukannya".

Minggu minggu awal ini diisi permintaan istriku sama halnya ketika kami menikah dahulu. Aku selalu membopongnya keluar dari kamar tidur kami menuju pintu depan untuk melihat anakku berangkat sekolah dan menunggu bus jemputannya sedang aku bergegas untuk segera berangkat ke kantor. Jadi ketika saya membopongnya pertama kali setelah sekian lama tidak saya lakukan keluar pada hari pertama, kami merasa kikuk. Anakku menepuk punggung kami, dan tersenyum melihat aku membopong istriku dan berkata "Ayah dan ibu mesra sekali dan aku sangat senang melihatnya" Kata-katanya membuatku merasa sakit. Istriku memejamkan mata dan berkata dengan lembut, tolong jangan memberitahu anak kita tentang perceraian. Aku mengangguk, dan melihat anakku naik bus jemputannya. Aku sendiri selanjutnya pergi ke kantor dan sebelumnya mengecup kening istriku sama seperti keinginannya.

Pada minggu kedua, bagi kami terasa lebih mudah melakukannya hal hal yang dulu pernah kita lakukan di awal awal pernikahan. Hal hal romantis yang sudah lama tidak kami lakukan. Sama seperti minggu pertama aku membopongnya keluar dari kamar tidur. Ia merebah di dadaku. Aku bisa mencium wangi di bajunya dan melihat senyumannya yang begitu manis. Saya menyadari bahwa saya tidak melihat istriku seperti ini untuk waktu yang lama. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, ada kerutan halus di wajahnya, rambutnya pun mulai memutih bahkan tubuhnya pun mulai terlihat semakin kurus! Pernikahan kami yang telah berjalan cukup lama hampir 10 tahun. Untuk beberaa saat aku bertanya-tanya apa yang telah kulakukan padanya.

Pada minggu ketiga, hal hal yang biasa kami lakukan dahulu saat awal awal menikah seperti yang kami lakukan sekarang ini telah menumbuhkan keintiman kembali. Aku mulai berpikir inilah wanita yang telah memberikan sepuluh tahun hidupnya kepadaku, yang telah memberikanku putra yang lucu dan imut, yang setia menemaniku saat suka dan duka, yang setia menunggu dan melayaniku saat aku pergi bekerja. Di minggu ketiga ini, aku mulai menyadari bahwa rasa keakraban yang hilang mulai tumbuh lagi. Tentu saja aku tidak memberitahu Jane tentang hal ini.

Suatu pagi istriku sedang berdandan dan memilih pakaian yang cocok agar terlihat cantik didepanku. Dia mencoba beberapa gaun tapi tidak bisa menemukan gaun mana yang cocok. Aku melihatnya dari kejauhan lalu ia menghela napas panjang, semua gaun istri ku kelihatan lebih besar. Aku tiba-tiba menyadari bahwa selama ini tubuh istriku semakin kurus sehingga pakaian yang dikenakannya kelihatan lebih longgar, itulah kenapa alasan aku bisa membopongnya dengan ringan. Tiba-tiba aku tersadar. Dia telah mengubur begitu banyak rasa sakit dan kepahitan dalam hatinya. Tanpa sadar aku mendekatinya, menggenggam tangannya, membelai rambut dan mencium keningnya.

Anakku masuk pada saat tersebut dan wajah bahagia terpancar diwajahnya dan berkata, "Ayah saatnya untuk membawa ibu keluar". Baginya, melihat Ayahnya sedang membopong ibunya keluar menjadi bagian penting dari hidupnya. Istri saya memberi isyarat untuk anak kami untuk mendekat dan memeluknya erat-erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada menit-menit terakhir ini. Saya kemudian memeluknya, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan menyangga tubuh istriku yang lemah dan kurus itu.

Pada minggu ke empat atau minggu terakhir seperti permintaan istriku, ketika aku memeluknya dalam pelukanku aku hampir tidak bisa bergerak selangkah, aku sangat merasakan kenyamanan yang telah selama ini hilang dan rasanya aku tidak ingin melepaskan pelukanku ini. Anak kami telah pergi ke sekolah. Aku memeluknya erat-erat dan berkata, aku tidak menyadari bahwa kehidupan kami begitu mesra.

Pada minggu ke empat ini aku berubah pikiran, dalam hatiku aku tidak akan menceraikan istriku. Aku pergi ke kantor terlambat karena menemui Jane dan mengutarakan keinginanku untuk tidak menceraikan istriku. Aku berjalan ke lantai atas. Jane membuka pintu dan aku berkata padanya, "Maaf Jane, aku tidak ingin menceraikan istriku." Jane menatapku dan kemudian menyentuh dahiku. Apakah kamu baik baik saja? Katanya. Aku memindahkan dan melepaskan tangannya dari kepalaku. "Maaf Jane saya tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku terasa membosankan aku tidak menghargai setiap momen yang berjalan di kehidupan kita, bukan karena kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang saya menyadari bahwa yang aku lakukan salah, seharusnya aku bisa menghargai setiap waktu yang tuhan berikan kepadaku dalam pernikahan kami dan seharusnya aku memeluknya sampai kematian memisahkan kita.

Jane tampaknya marah mendengar ucapanku kemudian membanting pintu dan menangis. Aku pergi menuju kantor dan mengatakan pada staf ku bahwa hari ini aku ingin cepat pulang untuk merayakan 10 tahun pernikahan kami, para staf dan karyawan menyalamiku dan memberikan ucapan selamat. Aku bergegas pulang dan beberapa blok sebelum rumahku aku sempatkan membeli beberapa ikat bunga kesukaan istriku. Gadis penjualan bertanya apa yang hendak aku tulis pada kartu ucapan. Aku tersenyum dan menulis, "Aku akan menyayangimu dan membopongmu setiap pagi sampai kematian memisahkan kita".

Hari itu aku tiba di rumah, saya mencium bunga di tangan saya, senyuman di wajah saya, saya berjalan naik tangga dan bersemangat untuk menemui istri tercinta dikamar tidur kami. Sampai dikamar saya melihat istriku tidur sambil tersenyum, dan ketika aku mencium dan memegang tubuhnya dingin sedingin es, dan aku tersadar bahwa istriku telah meninggal. Ternyata istriku telah melawan kanker selama berbulan-bulan dan sya tidak menyadari hal itu karena aku terlalu sibuk dengan Jane. Dia tahu bahwa hidupnya tidak akan lama lagi sehingga ia meminta keinginan untuk merasakan pernikahan kami yang bahagia di hari hari terakhirnya dan ingin menyelematkanku dari penilaian anakku jika aku jadi menceraikan istriku. Setidaknya, di mata putra kami aku adalah suami yang penuh kasih.

"Hargailah setiap momen yang terjadi dalam pernikahan anda. Kebahagiaan dalam pernikahan tidak selalu tentang materi, rumah, mobil, atau seberapa banyak uang di bank. Hargai dan lakukan setiap hal kecil yang terjadi dalam sebuah hubungan pernikahan untuk membangun keintiman dalam hubungan pernikahan yang bahagia."

Tunjukkan Kepadaku Dimanakah Kebahagiaan Itu!

Posted By : Posted on - 07.39 with No comments
Tersebutlah seekor gagak muda yang murung sedang bertengger di puncak batang kayu di tepi jurang. Ia sedang merenungi dan berpikir bahwa hidupnya selalu diliputi dengan kesedihan, kemalangan dan keburukan, dalam benaknya ia tidak pernah merasakan kebahagiaan. Ia selalu menganggap bahwa kenapa ia dilahirkan tidak seperti burung kenari yang memiliki warna bulu yang indah tidak seperti bulunya yang hitam kelam, atau tidak seperti burung kepodang yang memiliki suara merdu sedang ia sendiri hanya bisa berkoak namun tidak bisa berkicau merdu.

gagak sedih

Gagak muda itu selalu merasa gelisah dengan pertanyaan pertanyaan tersebut, ia ingin sekali tahu dimanakah letak kebahagiaan itu dan ia ingin sekali merasakan "apakah" kebahagiaan itu. Maka iapun memutuskan untuk berkelana dengan tujuan menemukan kebahagiaan yang seperti dalam pikirannya. Ia meninggalkan keluarga dan kelompoknya yang selalu melindunginya dari saat ia menetas sampai sedewasa ini hanya untuk menemukan kebahagiaan.

Maka dimulailah pengembaraannya mulai dari hutan belantara, puncak gunung, pantai dan tempat tempat jauh untuk menemukan kebahagiaan. Panas terik, hujan lebat dan angin kencang tidak ia hiraukan yang terpenting untuknya hanyalah menemukan kebahagiaan. Suatu hari ketika ia sedang bertengger di pohon kering disekitar ladang jagung ia melihat seorang kakek tua dan cucunya sedang beristirahat di gubuk dan keduanya terlihat tengah bercerita, rasa ingin tahunya tentang isi pembicaraan tersebut membuatnya mendekat dan mendengarkan kakek dan cucu tersebut berbincang.

"Kek hidup di desa itu menyenangkan ya, airnya jernih dan udaranya segar tidak seperti di kota yang udaranya kotor dan buruk" Tanya cucu kepada kakeknya. "Iya cu, udara memang merupakan sumber kehidupan, tanpa ada udara kita semua pasti tidak bahagia dan pasti akan mati". Gagak muda mendengarkan dengan seksama dan ia ingin sekali tahu apa itu udara? Kenapa kakek tadi bilang tanpa udara semua orang tidak bisa bahagia semua orang akan mati? Apakah udara itu dan kenapa sangat penting sekali dalam kehidupan. Ia kemudian terbang untuk mencari tahu apa itu udara dan ingin mendapatkannya sehingga ia bisa bahagia.

Belum jauh ia terbang ia melihat sekumpulan ikan sedang berenang di air sungai yang jernih dan tenang kemudia ia turun dan hinggap diatas batu besar untuk menanyakan kepada ikan apakah itu udara dan diamana ia bisa mendapatkannya. Ikan ikan kecil itu menjawab mereka tidak tahu apa itu udara dan dimanakah udara itu berasal. Dengan sedih gagak melanjutkan pencariannya dan kembali terbang membubung tinggi. Saat ia terbang ia bertemu dengan elang kawan lamanya dan ia pun bertanya hal yang sama kepada elang, elang pun menjawab sama seperti ikan kecil yang tidak tahu apa itu udara dan dimana udara itu berada, namun sebelum pergi elang itu berpesan "Jika engkau memang ingin sekali tahu apa itu udara dan dimana mendapatkannya maka tanyalah kepada merpati tua yang hidup di pohon tua itu, ia merupakan "sesepuh" dan ia mengetahui banyak hal, mungkin kamu bisa mendapatkan jawaban tepat atas pertanyaanmu itu".

Dengan bersemangat ia menemui merpati tua yang hidup di pohon tua, ia pun menanyakan apa yang selama ini ia cari. Dengan sedikit tersenyum merpati tua itu menjawab," Udara adalah apa yang kamu hirup selama ini nak, ia ada disekelilingmu setiap waktu, tanpa udara kamu akan mati".

"Terkadang kita selalu sibuk mencari kebahagiaan sehingga kita lupa bahwa sebenarnya kebahagiaan itu ada disekitar kita. Kita terlalu sibuk mengukur kebahagiaan dengan kelebihan dan kekurangan yang kita miliki sehingga kebahagiaan serasa jauh dari kita padahal kebahagiaan selalu dekat dan mengitari kita, layaknya udara yang selalu kita hirup."