Rumus Membuat Hidupmu Lebih Bahagia

Posted By : Posted on - 17.43 with No comments
Setiap orang memiliki kebahagaian mereka sendiri-sendiri. Ada sebagian orang merasa hidupnya dipenuhi kebahagiaan padahal orang lain menilai hidup orang itu selalu dipenuhi kekurangan ekonomi, namun ada juga yang memiliki sejumlah materi yang lebih dari cukup untuk pemenuhan hidup sehari hari namun merasa hidupnya tidak bahagia. Kebahagiaan itu relatif, tergantung bagaimana kita merasakannya. Kebahagiaan sebenarnya selalu ada disekitar kita namun seringkali kita terlalu sibuk mencarinya sehingga menutupi pandangan bahwa kebahagiaan kita jauh padahal sebenarnya kebahagiaan itu selalu menyertai kita.

 B erbagi 
 A presiasi 
 H adapi 
 A mbil 
 G unakan 
 I khlas 
 A badikan 

Bukankah seharusnya kita bersyukur dan bahagia dapat menghirup udara secara gratis setiap hari tanpa harus membayarnya, bukankah kita harus bahagia dan bersyukur ketika anggota tubuh kita lengkap dan sempurna tidak seperti beberapa orang yang kurang beruntung diluar sana? Kebahagiaan itu sederhana temukan rumus dan kuncinya seperti dibawah ini:


Berbagi
Seiap orang akan memiliki rasa bangga, kepuasaan dan kebahagiaan ketika hidup mereka berguna bagi orang lain disekitarnya. Berbagi merupakan rumus utama untuk menemukan kebahagiaan anda. Berbagi tenaga, pikiran (saling tolong menolong) dan berderma (berbagi sedikit materi atas uang lebih yang anda dapatkan) akan membuat hidup anda menjadi lebih bahagia. Tidak ada dalam sejarah orang yang suka berbagi akan jatuh miskin justru mereka akan mendapatkan rejeki lain yang tak terduga dari segala arah yang tak disangka.

Berbagi dapat mengembangkan sikap kasih sayang, empati, inisiatif, kepekaan, dan rasa terhubung dengan semua orang dan semua hal. Rasa berharga saat orang merasa tertolong oleh tindakanmu akan membuatmu bahagia dan lebih bahagia lagi ketika kamu terus berbagi dengan lebih banyak orang.

Apresiasi
Apresiasi adalah bentuk penghargaan atas sesuatu hal yang terjadi dalam hidupmu. Menghargai setiap hal hal kecil maupun besar dalam hidupmu adalah bentuk rasa bersyukurmu kepada Tuhan. Jika setiap orang bisa mensyukuri setiap kenikmatan yang mereka terima dan menghargai hal hal yang terjadi dalam hidup akan membuat hidupmu menjadi lebih bahagia.

Hargai hal-hal kecil dalam hidup sebagai pencapaian kebahagiaan. Makanan yang kamu makan hari ini, senyuman anakmu, perhatian dari kekasihmu, hari pernikahamu, memiliki orang orang terdekat dalam hidupmu yang penuh kasih, pekerjaan yang memberimu rezeki untuk memenuhi kebutuhan dll. Lihatlah sekeliling, apa yang bisa kamu apresiasi hari ini?

Hadapi
Masalah dalam hidup adalah hal yang tak dapat dipisahkan dalam kehidupan. Cobalah hadapi dan jangan berusaha lari dari masalah tersebut. dengan menghadapi setiap masalah yang datang akan membuatmu lebih kuat terhadap problema hidup sekaligus mengajarimu menjadi problem solver yang tangguh.

Masalah dan rasa takut terjadi ketika sesuatu berjalan tidak sesuai dengan keinginan dan harapan yang kamu percayai sepenuh hati. Lihatlah masalah dan rasa takut sebagai pertanyaan, "Apa yang bisa kamu lakukan untuk merasa bahagia dalam situasi apapun? Bisakah kamu mengikhlaskan keinginanmu, tidak masalah jika itu terpenuhi atau tidak?"

Ambil
Ambillah sari hidup yang positif yang sudah diberikan fungsi untuk menjamin kebahagiaan jangka panjang. Sadari betapa melimpah anugerah yang disediakan Tuhan untukmu: usia, potensi, bakat, hasrat. Ambil dan gunakanlah semua anugerah itu sebagai instrumen untuk memenuhi takdirmu sebagai makhluk yang sejahtera. Ada pepatah populer yang mengatakan, "Kehidupan memberimu jeruk lemon, maka buatlah minuman lemonade." Ambillah "jeruk lemon"-mu. Apa yang akan kamu lakukan dengan itu?

Ambil sebanyak yang kamu bisa hal hal positif yang akan mengajarimu menjadi pribadi yang lebih baik dari mulai pengalaman, pelajaran berharga dalam hidup, pembelajaran baik formal maupun non fomal, ilmu pengetahuan dll. Saat kamu menjadi pribadi yang lebih baik, maka kamu akan mendapatkan hidup yang lebih bahagia?

Gunakan
Manusia memiliki segala hal yang luar biasa dalam hidup mereka. Bakat, kemampuan, ilmu pengetahuan, energi, pikiran dll. Buatlah hal yang luar biasa ini untuk mengembangkan potensi dalam hidupmu. Ketika kamu bisa menggunakan seluruh potensi dalam hidupmu yang dianugerahkan Tuhan kepadamu maka hidupmu akan jauh lebih bahagia.

Masih ingatkah kamu ketika kita disuruh melakukan sandiwara didepan kelas? ketika di teater sekolah kita diajarkan untuk menggunakan seluruh anggota tubuh dan properti yang ada untuk membuat adegan lebih berisi dan hidup. Gunakanlah semua yang ada pada dirimu, baik tubuh maupuan pikiran, untuk bekerja secara maksimal dan berinisiatif mencoba hal-hal baru. Lakukan lebih dari yang biasa kamu lakukan, cobalah kegiatan-kegiatan baru yang mengasah potensi yang jarang kamu gunakan. Kita sudah ada dsiatas panggung sekarang, kita tahu tujuan ceritanya, lalu apa yang bisa kita lakukan untuk mengejutkan penonton?

Ikhlas
Ikhlas adalah bentuk menerima segala hal dalam hidup dengan lebih lapang dada (bukan berputus asa dan tidak mau berusaha lho)... Kebahagiaan bukan hanya tentang memiliki atau mendapatkan yang kita inginkan, tapi juga tentang membebaskan diri dari hal-hal yang kita pikir kita inginkan. Semua yang kamu lihat, yang terjadi, ketidaksempurnaan dunia, semua itu bukanlah faktor yang menjamin kebahagiaanmu. Percayakan harapanmu pada Tuhan. Berhentilah berpikir "apa yang bisa kumiliki dari dunia ini", melainkan, "apa yang bisa kulakukan untuk mengisi dunia ini dengan kebaikan, kedamaian, dan kesejahteraan bagi orang lain." Ikhlaskanlah satu hal dalam hidupmu setiap hari. Apakah kamu siap melepaskan? 

Ikhlas memaafkan dirimu ketika hal dalam hidup tidak seperti yang kamu inginkan atau kamu harapkan, ikhlas memaafkan orang lain yang melakukan kesalahan kepadamu (menghidari dendam dan dengki) maka lihatlah berapa besar pengaruhnya dalam hidup untuk kebahagiaanmu!

Abadikan
Kebahagiaan bukanlah hal yang abadi. Kita tidak stabil, selalu terjadi naik-turun dalam hidup yang memancing kita untuk memberi makan kesedihan serta keputusasaan. Ingatlah kebahagiaan-kebahagiaan kecil yang terjadi dalam hidupmu, lihatlah sekeliling, rayakan dan syukuri hal-hal kecil yang ada di sekitarmu, lalu latihlah mempertahankan perasaan dan sensasi itu lebih lama setiap kali. Jika kamu sudah menemukan momentumnya, kamu akan dengan mudah mengalihkan pikiran negatif kepada pikiran-pikiran bahagia. Apa kamu siap berbahagia selamanya?

Kisah Ibu Bermata Satu

Posted By : Posted on - 15.29 with No comments
Ibuku hanya memiliki satu mata, dan ayahku sudah meninggal sewaktu aku masih sangat kecil. Aku membenci dunia ini, kenapa aku dilahirkan didunia dengan seorang ibu yang hanya memiliki satu mata. Ibuku bekerja tiap hari dengan membuka sebuah toko kecil di pasar loak. Dia menjual barang bekas, besi tua, kardus kardus bekas apapun barang yang sudah tidak terpakai untuk menghasilkan uang untuk kebutuhan kami berdua.

Aku ingat suatu hari ketika aku masih duduk disekolah dasar, hari itu ibuku datang begitu mendengar kakiku terkilir saat berolahraga. Aku sangat malu. Bagaimana dia bisa melakukan ini padaku? Aku melemparkan tatapan penuh kebencian dan berlari keluar. Keesokan harinya di sekolah banyak teman temanku yang mengejekku ... "Ibumu hanya memiliki satu mata ?!" dan mereka mengejek saya.

Saya pernah berharap bahwa ibu menghilang dari dunia ini jadi saya berkata kepada ibuku, "Ibu, mengapa ibu tidak memiliki mata lainnya ?! Dengan kondisi seperti ini hanya akan membuat saya menjadi bahan tertawaan. Mengapa kau tidak mati saja? "Ibuku tidak menanggapi. Saya menyesal mengatakan sejahat ini, tetapi pada saat yang sama, rasanya baik untuk berpikir bahwa aku telah mengatakan apa yang ingin aku katakan selama ini. Tapi saya tidak berpikir bahwa saya telah menyakiti perasaannya sangat buruk.

Malam itu ... aku bangun, dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku menangis di sana, ia mungkin takut tangisannya membangunkan saya, jadi ia menangis didapur. Meski begitu, aku benci ibuku yang menangis dengan satu matanya. Jadi saya berkata pada diriku sendiri bahwa aku akan tumbuh dewasa dan menjadi sukses, karena aku benci ibuku yang bermata satu dan kemiskinan yang kami alami.

Kemudian saya belajar sangat keras dan mendapatkan nilai yang sangat baik. Saya mendapatkan beasiswa dan masuk ke sebuah universitas negeri di Seoul dan saya meninggalkan ibu saya. Kemudian, saya menikah. Saya membeli rumah saya sendiri. Kemudian saya punya anak-anak, juga. Sekarang aku hidup bahagia sebagai orang yang sukses. Aku suka di sini karena itu adalah tempat yang tidak mengingatkan saya tentang ibu saya.

Kebahagiaan ini semakin besar dan besar, ketika seseorang tak terduga datang menemui saya "Apa ?! Siapa ini ?! "Itu ibuku ... Masih dengan satu matanya. Rasanya seolah-olah seluruh langit runtuh. Gadis kecilku lari, takut dengan satu mata ibuku. Dan saya bertanya, "Siapa kamu? Aku tidak tahu dan mengenal kamu !! "seolah-olah saya tidak mengenali ibu saya.

Aku berteriak padanya "Beraninya kau datang ke rumahku dan menakut-nakuti anak saya! Keluar dari sini sekarang !! "Dan untuk ini, ibu saya diam-diam menjawab," oh, aku sangat menyesal. Saya mungkin mendapatkan alamat yang salah, "dan dia pergi. Syukurlah ... dia tidak mengenali saya. Saya cukup lega. Aku berkata pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan peduli, atau berpikir tentang ini selama sisa hidup saya.

Suatu hari, sebuah undangan saya terima untuk menghadiri reuni sekolah datang ke rumah saya. Aku berbohong kepada istri saya mengatakan bahwa saya akan melakukan perjalanan bisnis. Setelah reuni, entah mengapa saya berpikir begitu ingin mengetahui kondisi ibu saya dan rindu dengan gubuk tua yang dulu saya tinggali bersama ibu saya. Sesampai dirumah kami dahulu seseorang tetangga mengatakan bahwa ibu saya telah meninggal beberapa hari lalu dan ia menyerahkan surat kepada saya jika suatu saat nanti aku kembali kerumah, surat itu kubuka dan kubaca perlahan.

"Anakku tersayang, saya pikir hidup saya sudah tidak akan lama lagi sekarang. Dan ... aku tidak akan mengunjungi Seoul lagi karena tubuhku sudah tidak kuat lagi untuk bepergian jauh... tapi aku selalu berharap kamu akan mengunjungi ibu sekali-sekali? tetapi sekian lama menunggu kamu tidak datang tetapi ibu maklum mungkin kamu terlalu sibuk dengan keluargamu. Aku sangat merindukanmu. Dan saya sangat senang ketika mendengar kamu datang untuk reuni. Tapi aku memutuskan untuk tidak pergi ke sekolah menemuimu karena takut kamu akan menjadi bahan ejekan teman-temanmu...... Ibu minta maaf jika ibu hanya memiliki satu mata, dan ibu sangat bersedih jika kamu menjadi bahan ejekan teman temanmu.

Anakku..., ketika kamu masih sangat kecil, kamu mengalami kecelakaan, dan kehilangan matamu. Sebagai seorang ibu, aku tidak bisa tinggal diam melihat engkau akan tumbuh besar dengan hanya satu mata ... jadi ibu memberikan 1 mata ibu untukmu ... Sehingga ibu hanya memiliki 1 mata saja. Lebih baik ibu yang menanggung malu menjadi bahan cemoohan banyak orang daripada kamu anakku. Aku tidak pernah marah padamu untuk apa pun yang kamu lakukan padaku. "Aku rindu saat-saat ketika kamu masih kecil dahulu. Aku sangat merindukanmu. Ibu menyayangi kamu. Kamu segalanya untukku."

Begitu selesai membaca surat dari ibu, seakan bumi bergetar hebat sehingga aku tidak mampu lagi berdiri, aku menangis sejadi jadinya. Aku sangat menyesali perlakuanku kepada ibu, saya tidak tahu cara yang akan menebus perbuatan terburuk saya ...

"Seburuk apapun orang tua kita, tetapi merekalah yang membesarkan dan membimbing kita menjadi sedewasa ini, merekalah yang selalu bersedia mengorbankan apapun untuk kebahagiaan kita. Mereka tidak akan menghiraukan panas terik, lelah, keterbatasan mereka hanya untuk memberikan apa yang kita butuhkan, apa yang kita perlukan dan mereka tidak pernah meminta imbalan atas apa yang mereka lakukan. Orang tua akan selalu memberikan apapun untuk anak-anaknya, memaafkan semua kesalahan yang dilakukan oleh anak-anak. Tidak ada cara apapun untuk membayar jasa mereka yang begitu hebat, yang bisa kita lakukan adalah mencoba memberikan apa yang mereka butuhkan, berbakti kepada mereka dengan cinta dan rasa hormat."

Kisah Sarjana & Ibunya Si Tukang Cuci

Posted By : Posted on - 18.01 with No comments
Seorang sarjana yang baru menyelesaikan studinya sedang melakukan wawancara terakhir dimana dalam sesi inilah yang menentukan ia akan diterima atau ditolak di posisi manajerial yang ia lamar. Dia melewati wawancara awal, test awal dengan sangat memuaskan karena memang pemuda tersebut merupakan sarjana cum laude yang sangat berprestasi di kampusnya.  Dia memiliki catatan akademik yang memuaskan bahkan tidak hanya saat kuliah, namun dilihat dari data yang dimasukkan di perusahaan pemuda itu memiliki prestasi terbaik mulai dari sekolah dasar hingga bangku SMA.

Dalam sesi wawancara terakhir tersebut Direktur bertanya, "Apakah selama ini Anda mendapatkan beasiswa di sekolah?" Pemuda itu menjawab "tidak". Direktur melanjutkan pertanyaannya, "Apakah yang membayar biaya sekolah Anda selama anda menempuh pendidikan Ayahmu?" Pemuda itu menjawab, "Ayah saya meninggal ketika saya berusia satu tahun, dan ibu saya yang membayar biaya sekolah saya dan menanggung semua kebutuhan keluarga kami, saya dan adik saya yang masih SMP".

Kisah Sarjana & Ibunya Si Tukang Cuci

Direktur bertanya, "Di mana ibumu bekerja, sampai beliau mampu menyekolahkan anda di Universitas cukup ternama di negeri ini?" Pemuda itu menjawab, "Ibuku hanya bekerja sebagai pencuci pakaian pak, setiap hari ia menerima pesanan cucian dari tetangga-tetangga kami. Direktur kemudian meminta pemuda untuk menunjukkan tangannya. Pemuda menunjukkan sepasang tangan yang halus dan sempurna ".

Direktur bertanya lagi, "Apakah Anda pernah membantu ibumu mencuci pakaian sebelumnya?" Pemuda itu menjawab, "Tidak pernah, ibu saya selalu ingin saya fokus untuk belajar dan membaca lebih banyak buku, beliau tidak pernah mengizinkan saya untuk membantunya karena ia hanya ingin saya fokus untuk belajar ".

Direktur yang terkenal bijak di perusahaan itu lalu mengatakan, "Aku punya permintaan, dan permintaanku ini diluar syarat apakah kau diterima di perusahaan ini atau tidak. Ketika Anda kembali besok untuk melanjutkan sesi wawancara, kembalilah ke rumahmu, lihat tangan ibumu dan bersihkan tangannya, kemudian temui saya besok pagi".

Pemuda itu kembali pulang kerumahnya dengan semangat bahwa kesempatannya untuk diterima diperusahaan itu berpeluang tinggi. Ketika ia sampai dirumah, ia dengan senang hati meminta ibunya untuk membiarkan dia membersihkan tangannya. Ibunya merasa aneh, senang tapi dengan perasaan campur aduk, ia menunjukkan tangannya ke anak itu.

Pemuda itu membersihkan tangan ibunya perlahan. Air matanya tiba tiba jatuh saat dia melakukannya. Ini adalah pertama kalinya ia melihat bahwa tangan ibunya begitu berkerut, dan ada begitu banyak memar di tangannya. Beberapa memar begitu menyakitkan dan ia menyadari bahwa ibunya begitu tersiksa dengan pekerjaan yang ia lakukan selama ini terbukti ibunya menggigil ketika tangannya dibersihkan dengan air.

Ini adalah pertama kalinya pemuda itu menyadari bahwa sepasang tangan ibunya inilah yang mencuci pakaian sehari-hari tanpa memperdulikan sakit yang ia rasakan hanya untuk memungkinkan beliau dapat membayar biaya sekolah dia dan adiknya. Memar dan rasa sakit di tangan ibu adalah harga yang ibu harus bayar untuk melihatku lulus, melihatku lulus dengan prestasi akademik dan ingin melihatku memiliki masa depan yang cerah. Setelah membersihkan tangan ibunya, pemuda itu diam-diam mencuci semua pakaian yang tersisa untuk ibunya. Malam itu, ibu dan anak berbicara untuk waktu yang sangat lama. Keesokan paginya, pemuda pergi ke kantor direktur.

Direktur melihat air mata di mata pemuda, bertanya: "Bisakah Anda ceritakan apa yang telah Anda lakukan dan apa yang anda pelajari kemarin di rumah Anda?" Pemuda itu menjawab, "Aku membersihkan tangan ibuku, dan juga selesai membersihkan semua pakaian yang tersisa".

Direktur bertanya, "tolong katakan padaku perasaan Anda". pemuda itu berkata, "Pertama aku tahu sekarang apa itu apresiasi. Tanpa ibu saya, saya tidak akan sukses hari ini. Nomor 2, Dengan bekerja sama dan membantu ibu saya, sekarang saya menyadari betapa sulitnya mencari uang dan kesulitan itu sesuatu yang harus dilakukan untuk menuju kesuksesan. Nomor 3, aku datang untuk menghargai pentingnya dan nilai hubungan keluarga ".

Direktur mengatakan, "Inilah apa yang saya cari untuk menjadi manajer saya. Saya ingin merekrut seseorang yang dapat menghargai bantuan orang lain, orang yang tahu penderitaan orang lain untuk menyelesaikan sesuatu, dan orang yang tidak akan menempatkan uang sebagai satu-satunya tujuan hidupnya. maka mulai hari ini Anda saya terima di perusahaan ini, selamat bekerja".

Setelah mealalui sesi wawancara yang sangat berharga ini, pemuda ini bekerja sangat keras, dan menerima rasa hormat dari bawahannya. Setiap karyawan bekerja dengan rajin dan dapat saling membantu sebagai sebuah tim. Kinerja perusahaan meningkat pesat.

"Seseorang harus memahami dan mengalami kesulitan yang dibutuhkan untuk mendapatkan kenyamanan yang diberikan oleh orang yang mereka cintai, sehingga mereka akan bisa menghargai setiap kenyamanan yang diberikan. Yang paling penting adalah untuk menjalani setiap kesulitan dan belajar untuk menghargai kerja keras di balik semua kenyamanan yang diberikan."

Kisah Orang Tua & Putranya Yang Cacat

Posted By : Posted on - 12.38 with No comments
Seorang prajurit akhirnya pulang setelah hampir 3 tahun bertempur di Afghanistan. Sesampainya dia tiba di markas tentara di San Francisco ia menghubungi kedua orang tuanya melalui telpon. "Ayah dan ibu, aku akan pulang ke rumah, tapi aku memiliki satu permintaan yang agak berat. Aku memiliki seorang teman saya ingin ajak pulang dengan saya kerumah, bolehkah?." "Tentu saja," jawab mereka, "kami akan senang bertemu dengannya."

"Namun ada sesuatu yang harus Ayah dan ibu yang harus ketahui," anak itu melanjutkan, "ia terluka cukup parah dalam pertempuran. Dia menginjak ranjau yang dipasang militan dan terluka parah sampai ia kehilangan lengan dan kakinya. Dia tidak memiliki tempat lain untuk pulang dan saya ingin dia tinggal bersama kita. "

"Saya menyesal mendengar itu, nak. Mungkin kita dapat membantunya menemukan tempat tinggal yang lebih cocok untuk ia tinggal." "Tidak, Ayah, aku ingin dia tinggal bersama kita."

"Nak," kata sang ayah, "Kamu tidak tahu apa yang kamu minta itu terlalu berat. Seseorang dengan cacat seperti itu akan menjadi beban yang berat pada kita. Kita memiliki kehidupan kita sendiri untuk hidup, dan kita tidak bisa membiarkan sesuatu seperti ini mengganggu kehidupan kita. Ayah pikir kamu hanya harus pulang dan melupakan orang ini. Dia akan menemukan cara untuk hidup sendiri. "

Kisah Orang Tua & Putranya Yang Cacat

Pada saat itu, sang anak menutup telepon, dan orang tua ini tidak mendengar kabar apa-apa lagi dari dia. Beberapa hari kemudian, mereka menerima telepon dari polisi San Francisco. Anak mereka telah meninggal setelah jatuh dari sebuah gedung berlantai sembilan, begitu mereka diberitahu. Polisi percaya dan menduga bahwa anak ini bunuh diri.

Orang tua ini begitu bersedih dan berduka terbang ke San Francisco dan menjenguk di kamar mayat sebuah rumah sakit untuk mengidentifikasi tubuh anak mereka. Mereka mengenalinya, tapi mereka kaget dengan apa yang terjadi dengan tubuh putra mereka, putra mereka hanya memiliki satu tangan dan satu kaki.

"Orang tua dalam cerita ini seperti kebanyakan dari kita. Kita akan sangat mudah untuk menerima dan menyayangi orang orang yang memiliki banyak kelebihan, namun kita akan merasa berat untuk menerima dan menyayangi orang yang memiliki kekurangan, menyusahkan kita atau membuat kita merasa tidak nyaman.

Ubahlah pemikiran kita, mereka tidak ingin seperti itu hanya keadaan yang membuatnya terlahir atau sesuatu hal yang membuat mereka memiliki kekurangan dibandingkan dengan orang normal lainnya. Hari ini berdoalah kepada Tuhan dan meminta untuk diberikan kekuatan yang Anda butuhkan untuk menerima orang apa adanya, dan untuk membantu kita semua menjadi lebih memahami mereka yang berbeda dari kita."

Mobil Baru Yang Di Beli Ayahku

Posted By : Posted on - 12.04 with No comments
Seorang pria sedang mencuci mobil baru yang baru dibelinya didepan rumah, bersama putri kesayangannya yang baru berusia 4 tahun. Ia sangat bangga bisa membeli mobil terbaru yang merupakan hasil jerih payahnya yang ia kumpulkan selama ini. Ketika ia sedang mengelap bodi mobil  tiba tiba putrinya yang baru berusia 4 tahun itu memungut batu dan menggaruk di sisi mobil barunya.

Pria itu seketika memuncak amarahnya, memegang tangan putrinyanya & memukulnya berkali-kali, bahkan karena terlalu marahnya ia tidak menyadari ia menggunakan kunci inggris untuk memukul jemari anaknya. Di rumah sakit, si anak kehilangan semua jarinya karena beberapa patah tulang jarinya menyebabnya beberapa jari harus diamputasi.

Ketika putrinya terbaring lemas dirumah sakit dan mengetahui ayahnya masuk untuk menjenguknya, dengan mata yang sedih ia bertanya 'Yah kapan jariku akan tumbuh kembali? " Pria itu begitu sakit mendengar perkataan putrinya, ia sangat menyesal dengan apa yang telah dilakukannya. Dia kembali ke mobil barunya dan menendangnya berkali-kali sehingga mobil itu tak berbentuk. Hancur oleh perbuatannya sendiri, duduk di depan mobil dan meratapi perbuatannya, dan tanpa sengaja ia melihat goresan yang ditulis putrinya menggunakan batu disisi mobilnya, Putrinya telah menulis 'Aku menyayangimu Ayah'.

"Ingat, bahwa amarah tidak memiliki batasan. Ketika anda tidak bisa mengendalikannya hal itu justru akan merugikan anda, dan fakta di dunia ini adalah orang yang sering anda marahi adalah orang orang yang terdekat dengan diri anda."

Belajar Memahami Cinta Sejati

Posted By : Posted on - 07.35 with No comments
Seorang pemuda baik yang baru lulus sarjana sedang jatuh cinta kepada seorang gadis. Dia mencintai gadis itu bukan karena kecerdasannya, kecantikannya namun ia merasa bahwa gadis itu segalanya baginya. Bahkan saking jatuh cintanya kepada gadis itu sering terbawa ke dalam mimpi pemuda tersebut, sering kali ia bermimpi menikahi gadis itu dan menghabiskan sisa hidupnya dengan gadis pujaannya tersebut, dan ia benar benar mengharpakan segala mimpinya tersebut menjadi sebuah kenyataan.

Tetapi yang mengherankan bukan karena seberapa besar cintanya kepada gadis pujaannya melainkan karena pemuda tersebut belum mnyatakan cinta kepada gadis itu dan iapun belum tahu apakah gadis itu mau menerima atau menolaknya, namun rasa cintanya begitu besar kepada gadis tersebut. Karena merasa kasihan cintanya tak berbalas teman-temannya berkata "Mengapa kamu begitu berharap banyak tentang dia, bahkan kamu tidak tahu apakah dia mencintaimu atau tidak? Sebaiknya kamu menceritakan perasaanmu terlebih dahulu, dan kemudian kamu akan mengetahui dia menyukaimu atau tidak ".

Belajar Memahami Cinta Sejati

Pemuda itu merasa bahwa cara itu adalah cara yang benar. Gadis itu harus tahu dari awal, bahwa pemuda ini mencintainya. Hingga pada suatu kesempatan yang tepat pemuda ini benar benar menyatakan perasaannya yang amat tulus kepada gadis tersebut, namun apa yang didapat dari gadis tersebut adalah penolakan yang disertai dengan ejekan. Teman-temannya mengira bahwa pemuda tersebut akan sangat patah dan sakit hati cintanya yang tulus ditolak mentah mentah, dan mereka menebak tentu saat ini pemuda tersebut akan menghabiskan banyak waktunya untuk meratapi penolakan tersebut dengan mabuk mabukan, menggunakan drugs atau bahkan bisa mengakhiri hidupnya.

Kawatir akan hal itu teman-temannya menjenguknya dan ingin melihat bagaimana keadaanya. Namun ternyata perkiraan mereka bahwa pemuda tersebut akan patah hati justru berbanding terbalik dengan apa yang dilihatnya sekarang. Saat ini pemuda ini bahkan sangat rajin bekerja untuk meneruskan program S2 nya, belajar tiap hari, wajahnya selalu riang dan penuh semangat. Ketika mereka bertanya kenapa pemuda tersebut tidak sedih padahal cintanya yang tulus ditolak mentah mentah bahkan disertai dengan ejekan, dia menjawab, " Mengapa saya harus merasa seidh, patah hati atau merasa buruk? Aku kehilangan orang yang pernah saya cintai dalam hidup saya namun dia justru kehilangan orang yang benar-benar tulus mencintai dia apa adanya dan sepenuh hati.

"Cinta sejati adalah semua hal tentang memberi kepada orang lain tanpa mengharapkan suatu imbalan apa pun, jika orang lain menolaknya, justru merekalah yang kehilangan orang baik yang paling penting dalam hidup mereka. Jadi jangan pernah merasa sedih jika cinta yang tulus ditolak oleh pujaan hati Anda.".

Belajar Memaafkan Kesalahan & Mengingat Kebaikan

Posted By : Posted on - 07.23 with No comments
Dua orang sahabat melakukan perjalanan jauh dan mereka berjalan melalui padang gurun. Dalam perjalanan tersebut mereka tertawa dan bercanda, salah seorang teman bercanda dan seorang yang lain menganggap candaan tersebut menyakitkan dan keterlaluan sehingga ia menampar seorang sahabatnya tersebut. Sahabat yang ditampar merasakan sakit hati, namun tanpa berkata apa-apa, ia menulis di pasir "Hari ini sahabat saya menampar wajah saya".

Mereka terus berjalan sampai mereka menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi karena cuaca yang sangat panas dan mungkin dengan berendam mereka dapat merasa lebih nyaman dan sejuk. Salah seorang sahabat yang ditampar oleh temannya terjebak dalam lumpur dan ia mulai tenggelam, tapi teman yang menampar berusaha menyelamatkannya dan itu berhasil. Setelah beberapa saat sahabat yang ditampar sekaligus yang diselamatkan oleh sahabatnya tersebut ia menulis di atas batu "Hari ini sahabat saya menyelamatkan hidup saya".

Menulis diatas pasir

Teman yang telah menampar dan menyelamatkan sahabatnya bertanya, "Setelah saya aku menamparmu tadi, aku melihat kamu menulis di pasir dan sekarang ketika aku menyelamatkanmu dari tenggelam aku melihatmu menulis di atas batu, kenapa?" Jawab sahabat lainnya "Ketika seseorang menyakiti kita, kita harus menuliskannya di pasir di mana hembusan angin mudah untuk menghapusnya. Tapi, ketika seseorang melakukan sesuatu yang baik bagi kita, kita harus mengukir di batu di mana angin tak akan pernah bisa menghapusnya. "

"Jadilah pemaaf, memaafkan kesalahan seseorang yang telah menyakiti kita lalu lupakan seperti mudahnya angin menghapus tulisan diatas pasir, namun jangan pernah untuk melupakan kebaikan seseorang yang berbuat baik kepadamu seperti halnya ukiran diatas batu yang tidak akan hilang oleh hembusan angin, untuk terus memotivasimu untuk selalu berbuat baik."